Dia pun meminta Prasetyo dicopot. Sebagai gantinya, dia menyodorkan nama Budi Waseso (Buwas) yang akan pensiun dari jabatan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Maret nanti.
Menurut Adies, kebijakan Prasetyo menulur-ulur eksekusi mati berdampak buruk pada perang melawan narkoba. Akibat kebijakan itu, sindikat internasional tidak takut lagi untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Buktinya, sepanjang Februari ini, ada 2,6 ton sabu diselundupkan ke Indonesia dan berhasil disergap di perairan Kepulauan Riau.
"Jadi, harus berani tegas. Wong kita sekarang berperang lawan narkoba. Coba, berapa lama lagi ini dia janji mau esekekusi. Kita butuh ketegasan Jaksa Agung," ucap politisi Golkar ini, Kamis (22/2).
Adies mengaku tidak mengerti dengan sikap lembek Prasetyo. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah dengan tegas menyatakan tidak ada ampun bagi para bandar.
"Apa pula yang dia takuti. Mestinya, Jaksa Agung itu tegas. Kalau sudah
inkracht, dihukum mati saja, tunggu apalagi. Kalau tidak bernyali, kita ganti saja Jaksa Agung ini," cetusnya.
Dia memandang, Buwas sosok yang tepat untuk menduduki posisi Jaksa Agung. Dia yakin, di tangan Buwas, Kejaksaan Agung bakal lebih tegas terhadap gembong narkoba. Sebab, selama di BNN, Buwas menyatakan tidak ragu menembak mati bandar narkoba yang melawan atau melarikan diri saat ditangkap.
"Masalah pengedaran narkoba ini sudah sangat serius. Tidak bisa lagi main-main. Kalau perlu (Presiden) angkat Buwas jadi Jaksa Agung, biar dihukum mati para penjahat-penjahat narkoba itu," katanya.
Sebelumnya, Jaksa Agung HM. Prasetyo menyatakan perlu kehati-hatian dalam mengambil kebijakan melaksanakan eksekusi mati.
"Eksekusi mati bukan sesuatu hal yang menyenangkan, tapi harus dilaksanakan. Saya tidak bisa menyampaikan terbuka di sini, kenapa kok belum lagi dilaksanakan eksekusi," kata Prasetyo di sela jumpa pers penganugerahan gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu kemarin.
Dia pun berjanji akan tetap melaksanakan eksekusi mati tersebut.
"Eksekusi tetap dilaksanakan. Hanya, waktunya yang belum bisa saya jelaskan di sini karena banyak hal lain yang jadi pertimbangan kita," ucap mantan politisi Nasdem itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: