Festival Toleransi Rakyat ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara para pemangku kepentingan, masyarakat desa dan kota, serta pemerintah dalam menguatkan kohesi sosial, pembangunan demokrasi, dan toleransi.
"Tujuan dan harapan kami adalah adanya dukungan dan komitmen dari para pemangku kepentingan dalam mempromosikan toleransi dan demokrasi di level nasional dan lokal, termasuk meningkatnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menginisiasi penyebaran nilai-nilai toleransi dan demokrasi," terang Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (7/2).
Festival Toleransi Rakyat dilaksanakan pada 9 hingga 11 Februari 2018 di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Tema yang diambil dalam festival adalah "Perempuan Berdaya, Komunitas Damai."
Tema ini diangkat karena perempuan Indonesia memiliki potensi besar menjadi agen toleransi dan perdamaian. Survei Wahid Foundation-Lembaga Survei Indonesia menyebutkan, 80,7% perempuan mendukung hak kebebasan menjalankan ajaran agama dan atau keyakinan. Sebanyak 80,8% perempuan lebih tidak bersedia radikal dibanding laki-laki (76,7%) dan perempuan yang intoleran (55%) lebih sedikit dibanding laki-laki (59,2%). Perempuan (53,3%) juga memiliki lebih sedikit kelompok yang tidak disukai dibanding laki-laki (60,3%).
Festival melibatkan lebih dari 30 desa di tiga provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dan sekitar 200 perempuan. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Wahid Foundation dengan Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi dan UN Women.
Festival akan diisi berbagai kegiatan seperti peluncuran One Village One Product (OVOP) dan Kampung Damai 'Perempuan Berdaya, Komunitas Damai'. Peluncuran ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendeklarasikan Kampung-Kampung Damai yang telah didampingi Wahid Foundation sebagai model kampung yang menginisiasikan sembilan indikator Kampung Damai. Salah satu indikatornya, implementasi nilai-nilai toleransi dan perdamaian dalam kebijakan desa/kota damai.
Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan Pameran The Modest Fashion of Hijab dari Masa ke Masa, Video Challenge tentang Toleransi untuk Kaum Muda Pegiat Media Online, konsultasi agama, dan pelatihan bagi kalangan perempuan.
[dem]
BERITA TERKAIT: