Penilaian tersebut disampaikan aktivis senior Abdulrachim K kepada redaksi, Sabtu (20/1).
"Cerdik, Jokowi bisa mendapat tiga keuntungan sekaligus," katanya.
Pertama, kata aktivis 77/78 ini, mengangkat perolehan suara Partai Golkar yang sudah dikuasainya dari keterpurukan. Dengan kebijakan strategis Jokowi ini, Golkar diharapkan memperoleh 12-14% suara di pemilu mendatang.
Dukungan Golkar menambah dukungan parpol kepada Jokowi menyusul dukungan yang sama dari Partai Nasdem, Hanura dan PKB.
"Sehingga tanpa PDIP, Jokowi tetap dapat dukungan yang cukup untuk 2019," kata dia.
Keuntungan kedua, pengangkatan Idrus membuat Jokowi dapat merangkul masyarakat Indonesia Timur. Idrus dalam posisi ini bisa menyingkirkan peranan JK.
Ketiga, Jokowi juga merangkul kembali para pendukung Setya Novanto di DPP maupun di daerah-daerah karena Idrus orangnya Setnov.
"Jokowi lihai," demikian kata Abdulrachim.
[dem]
BERITA TERKAIT: