"Keputusan yang tepat. Dengan demikian Pemilu 2019 akan legitimate. Konstitusional. Tidak ada yang akan menggugat. KPU juga memperlihatkan independensinya sebagai institusi yang netral dan imparsial dari tekan politik Senayan," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (19/1).
Selain itu, kata dia, dengan melakukan verifkasi faktual bagi partai lama, KPU juga menegakan rasa keadilan bagi partai-partai baru terutama PSI dan Perindo yang sudah susah payah mengikuti proses verifikasi faktual.
"KPU membawa keadilan. Tentu KPU tidak bisa memberikan rasa keadilan 100% kepada kami. Terutama karena batas waktu yang sangat mepet, ketebatasan dana dan lain sebagainya. Tapi kami ikhlas. Dapat memahaminya," imbuh Raja Juli.
Terakhir, menurut dia, ada pelajaran yang penting harus digarisbawahi dari proses ini. Proses legislasi kita buruk sehingga perlu punya lebih banyak negarawan di DPR yang membuat undang-undang tidak sekedar mengakomodir kepentingan jangka pendek tapi memikirkan kerangka konstitusi yang memperkuat demokrasi.
"Konsistensi menjadi penting. Jangan ingin mempersukit orang lain, tapi giliran menimpa dirinya sendiri terus "ngeles" dengan berbagai macam jurus. Ini mestinya kejadian terakhir yang memberi pelajaran kepada anggota DPR dan parpol kita," demikian kata Raja Juli.
[dem]
BERITA TERKAIT: