Harapan itu dia sampaikan dalam acara Munas PSMTI di Hotel Harris Virtue, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).
"Mudah-mudahan semua Marga bisa bergabung di Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, kita besarkan ini," harapnya.
OSO menjelaskan, peran warga keturunan Tionghoa di Indonesia sangat besar, bukan hanya dalam perekonomian saat ini, namun juga sejarah bangsa.
"Orang-orang tidak mau ingat, tapi saya ingat, 28 Oktober, Sumpah Pemuda itu di rumah orang Tionghoa di Kramat," ujarnya.
OSO juga berharap, Munas PSMTI bisa menjadi momen kebangkitan bagi warga Indonesia marga Tionghoa.
Ketua PSMTI Pusat, David Herman Jaya, mengatakan bahwa perjuangan PSMTI bukan lagi perjuangan kesetaraan hak saja, tetapi melangkah lebih jauh bersama komponen bangsa dalam membangun Indonesia melalui bidang ekonomi pendidikan sosial budaya.
"Munas sekaligus juga Pendalaman wawasan kebangsaan sebagai bagian dari bangsa, kita mempunyai kewajiban untuk turut serta ambil bagian pembangunan Indonesia salah satunya bidang ekonomi. Menyadari pentingnya bidang ekonomi bangsa kami PSMTI terpanggil untuk lebih berwawasan dibidang perekonomian,†katanya.
“Melalui acara ini apa yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi kami untuk dibawa, diterapkan baik organisasi dimasyarakat dan dilingkungan mana pun,†sambungnya.
Munas ke VI PSMTI ini dihadiri Kepala Unit Kerja Presiden (UKP) Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudi Latif, wakil ketua MPR RI, dan Ketua PSMTI Pusat, David Herman Jaya. Munas PSMTI digelar hingga (9/12/2017) dengan mengangkat tema. "Kita Indonesia, Kita Pancasila, Kita Bangun Indonesia".
Pada pembukaan Munas PSMTI ke VI, ribuan peserta dari PSMTI Provinsi dan Kabupaten Kota diseluruh Indonesia hadir.
[sam]
BERITA TERKAIT: