Acara peresmian digelar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan Youtube Sekretariat Presiden, sebelum memasuki tenda peresmian, Prabowo bersama jajaran menteri dan pejabat tinggi negara lebih dulu meninjau fasilitas sekolah.
Turut mendampingi, antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wamensos Agus Jabo, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dalam laporannya, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa 166 sekolah rakyat telah beroperasi bertahap sejak Juli 2025.
“Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan,” ujar Gus Ipul.
Ia menekankan sekolah rakyat dirancang sebagai upaya memutus rantai kemiskinan dengan menjangkau anak-anak dari keluarga paling rentan.
Data menunjukkan mayoritas siswa berasal dari keluarga buruh, petani, nelayan, pemulung, hingga pekerja harian lepas.
Sebanyak 67 persen orang tua berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, sementara 454 siswa belum pernah mengeyam pendidikan formal dan 298 lainnya sempat putus sekolah.
“Mereka yang bisa digolongkan sebagai the invisible people, seringkali kita tidak melihat dan merasakan penderitaan mereka. Kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu," kata Mensos.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya atas terwujudnya program ini.
"Serima kasih semuanya kita telah mewujudkan upaya ini dan saya terus terang cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat, dampak daripada upaya kita," ujarnya.
Ia bahkan mengaku sulit menahan air mata saat melihat prestasi siswa yang sudah meraih juara olimpiade hanya dalam enam bulan.
Prabowo juga berpesan kepada para murid agar tidak minder dengan latar belakang keluarga mereka.
“Anak-anak sekolah rakyat, jangan kau kecil hati, jangan kau malu orangtuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, mereka bekerja keras halal untuk masa depanmu,” tegasnya.
Acara peresmian ditutup dengan simbolis penekanan tombol oleh Presiden Prabowo bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat, Mensos, Menteri PU, serta dua perwakilan murid berbaret merah.
Momen ini menjadi penanda resmi beroperasinya 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, yang diharapkan menjadi jalan baru bagi generasi muda untuk meraih masa depan lebih cerah.
BERITA TERKAIT: