Partai Gerindra adalah partai "pimpinan" oposisi sementara PDIP adalah partai "pimpinan" koalisi.
Dalam survei PolMark Indonesia yang dirilis baru-baru ini menunjukkan, perolehan elektabilitas antara Partai Gerindra dengan PDIP Gerindra sangat timpang.
Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto 7,1 persen sementara PDIP pimpinan Megawati Soekarnoputri 25,1 persen.
Pengamat politik dari UIN Jakarta Pangi Syarwi Chaniago menilai tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, Gerindra gagal total jadi oposisi.
Partai Gerindra tidak seperti PDIP di era pemerintahan SBY, dimana elektabilitas PDIP sebagai oposisi selalu menempel Partai Demokrat.
"Partai Gerindra belum bisa jadi oposisi sejati," sebut Pangi saat dihubungi redaksi, Senin (6/11).
Sebagai oposisi, lanjut dia, Partai Gerindra harusnya terdepan menyuarakan suara rakyat, dan mengkritisi persoalan-persoalan bangsa.
"Yang terlihat tiga tahun ini, kritikan Gerindra belum rapi, tidak sistematis dan terkesan tidak ada komando. Yang menonjol baru individu-individu, seperti Fadli Zon," ujar Pangi.
[rus]
BERITA TERKAIT: