"Saya akan sampaikan permintaan maaf Menhan AS ini kepada Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri," jelas Menhan dalam keterangan yang diterima redaksi awal pekan ini.
Ia menjelaskan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan saat Ryamizard melakukan pertemuan dengan Mattis siang tadi (Senin, 23/10) di Clark, Filipina. Pertemuan tersebut dilakukan di sela acara ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) di Filipina. Acara tersebut berlangsung sejak kemarin (22/10) hingga 25 Oktober mendatang.
ADMM sendiri merupakan platform kerja sama antara Menteri Pertahanan 10 Negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam yang bertujuan untuk meningkatkan Confidine Building Measures (CBM) serta menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dan kawasan.
Sedangkan ADMM Plus merupakan forum penukaran pandangan tentang isu-isu Pertahanan Keamanan, Regional dan Internasional. ADMM-Plus sendiri merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan 8 Negara Mitra Catra ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India dan Rusia
Di sela pertemuan tersebut, Ryamizard menjelaskan bahwa Mattis meminta maaf atas insiden ditolaknya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di AS untuk memenuhi undangan Kepala Staf Gabungan militer AS.
"Permintaan maaf disampaikan secara khusus sebelum Menhan AS bertemu para Menhan ASEAN," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: