Setidaknya, hal ini tercermin dari hasil survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), hari ini (Minggu, 8/10).
Dalam survei tersebut, sebanyak 55,7 persen responden puas dengan pemerintahan Jokowi-JK. Sementara yang tidak puas ada 43,3 persen dan sisanya tidak menjawab.
"Pembangunan infrastruktur (32,7 persen) dan bantuan kesehatan serta pendidikan (16,3 persen) adalah dua alasan teratas puas terhadap pemerintahan Jokowi-JK," jelas Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio dalam keterangannya.
Namun demikian, tingkat kepuasan ini tidak sebanding dengan keluhan masalah ekonomi yang dialami publik. Publik merasa di era Jokowi, masalah ekonomi masih menjadi masalah utama.
"Masalah ekonomi seperti kebutuhan pokok, BBM dan listrik mahal masioh menjadi masalah utama dengan 55,4 persen, masalah kebutuhan lapangan pekerjaan 14,1 persen, korupsi 3,9 persen, narkoba 3,3 persen, berita hoax tentang SARA 2,5 persen," jabar Hendri.
Bahkan saat ditanya ditanya tentang kondisi Indonesia saat ini secara terbuka, responden menjawab perekonomian yang sulit sebanyak 24 persen, demokrasi yang sedang diuji sebanyak 21 persen, lebih baik dari pemerintahan sebelumnya 20,5 persen.
Adapun pengambilan data survei dilakukan dengan wawancara tatap muka yang melibatkan 800 responden. Survei digelar mulai dari 8 hingga 27 September 2017. Margin of error (MoE) survei ini plus minus 3,5 persen.
[ian]
BERITA TERKAIT: