Indonesia Butuh Petarung Ekonomi, Bukan Ahli Militer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 05 Oktober 2017, 08:57 WIB
Indonesia Butuh Petarung Ekonomi, Bukan Ahli Militer
Jokowi-Prabowo/Net
rmol news logo Publik Indonesia membutuhkan tokoh alternatif selain petahana Joko Widodo dan rivalnya di Pilpres 2014, Prabowo Subianto. Hal itu sebagaimana hasil survei Media Survei Nasional yang dirilis beberapa hari lalu.

Namun demikian, calon alternatif yang dibutuhkan Indonesia saat ini bukan seorang yang ahli militer. Sebab saat ini bukan dalam suasana perang.

Begitu kata pengamat kebijakan publik Syafril Sjofyan dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (5/10).
 
"Bukan juga ahli hukum karena jika hukum ditegakkan sama terhadap setiap orang selesai, apalagi jika kesejahteraan meningkat angka kriminalitas turun," jelasnya.

Syafril menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tertinggal di bidang ekonomi dari negara-negara Asia, bahkan Asia Tenggara.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang lambat. Sebagai pembanding, Republik Rakyat China (RRC) yang pada 50 tahun lalu sama miskinnya dengan Indonesia kini jauh lebih maju dan sejahtera.

"Untuk itu, yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin petarung yang sangat ahli di bidang ekonomi, yang mampu mengelola utang negara, meningkatkan kemandirian tanpa menambah utang, dan mampu melonjakan pertumbuhan ekonomi sampai 7 hingga 9 persen," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA