Tahun Politik, Jokowi Disarankan Copot Pejabat Rasa Relawan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 08 September 2017, 05:49 WIB
Tahun Politik, Jokowi Disarankan Copot Pejabat Rasa Relawan
Arief Poyuono/Net
rmol news logo . Setiap orang punya hak berpolitik, itu tidak bisa dipungkiri. Tapi dalam posisi sebagai pejabat publik atau wakil pemerintah di perusahaan plat merah, yang bersangkutan mesti sadar tempat dan sadar waktu.

"Kalau kata orang Jawa, ngono ya ngono tapi ojo ngono," kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, Jumat (8/9), menanggapi permintaan Presiden Jokowi kepada relawannya untuk berkampanye pada tahun depan.

Jelas Arief, apabila para relawan yang notabene banyak duduk di jajaran komisaris dan direksi BUMN melakukan kampanye, dikhawatirkan bisa mengganggu citra dan kinerja BUMN itu sendiri.

Untuk itu ia menyarankan, memasuki tahun politik 2018, sebaiknya semua relawan yang menjabat di BUMN alias "pejabat rasa relawan", dapat diistirahatkan atau diberhentikan.

Ini dimaksudkan agar tidak ada konflik kepentingan dan menghindari gagal fokus menjaga kinerja BUMN.

"Ini juga agar para relawan sepenuhnya fokus ngurus politik pemenangan Pak Jokowi," sindir Arief, politisi Partai Gerindra ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA