"Saya tidak menghendaki Doli pindah partai dan saya yakin dia tidak punya karakter seperti itu," kata Agung kepada wartawan di kediamannya, Jakarta (Jumat, 1/9).
Dia merasa yakin bahwa pemecatan Doli yang merupakan ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) bukanlah permanen, selama bisa tetap bersama-sama solid di partai beringin.
"Saya yakin suatu saat ada perubahan," kata Agung.
Mantan menko kesra itu juga menyampaikan agar hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari di internal Golkar.
"Saya berharap, semoga tidak terjadi lagi hubungan pimpinan, pengurus dan kader seperti ini. Ibarat bapak dan anak maka baiknya saling menghargai dan menghormati, junior hargai yang senior yang sedang bertugas," jelas Agung.
Agung juga tidak bisa menyalahkan hasil keputusan DPP Golkar yang memberhentikan Doli. Karena berdasarkan pengakuan Sekjen Idrus Marham, proses komunikasi dan dialog telah dilakukan.
"Karena sudah diputuskan dipecat itu hak DPP, apalagi prosedurnya sudah ditempuh. Meski demikian, Doli adalah kader Golkar yang sangat potensial. Sekali lagi saya berharap Doli tetap kader Golkar dan melakukan komunikasi segera," tegas Agung yang juga ketua umum PPK Kosgoro 1957.
[wah]
BERITA TERKAIT: