Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham. Katanya, pemecatan terhadap Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) itu dilakukan oleh DPP Golkar setelah dipertimbangkan Dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan Dewan Pakar Partai Golkar.
"Itu pemecatan (Doli) dilakukan setelah melalui proses agak panjang dari semua aspirasi yang ada, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan Dewan Pakar," ungkap Idrus, di Kompleks Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (1/9).
Awalnya, DPP menganggap Gerakan Golkar Bersih yang diprakarsai oleh Doli sebatas gagasan. Doli dan kawan-kawannya menuntut pemecatan atas Ketua Umum Golkar, Setya Novanto (Setnov), karena berstatus tersangka korupsi E-KTP.
"Makanya, ketika itu hanya diberikan teguran tertulis," jelas Idrus.
Tetapi, masalah itu menjadi kian serius setelah Doli memimpin demonstrasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Agung (MA), dan Komisi Yudisial (KY).
Sebelumnya, GMPG menemui KY untuk mengadukan perihal pertemuan Setnov yang terjerat kasus korupsi pengadaan E-KTP, dengan Ketua MA, Hatta Ali. Doli mengatakan, pertemuan mereka berlangsung pada 22 Juli 2017 di sela sidang terbuka disertasi politikus Golkar, Adies Kadir, di Surabaya.
"Apalagi yang dieksploitasi adalah sebuah forum akademik promosi doktor salah seorang kader Partai Golkar, yang sama sekali tidak ada relevansinya. Kalaupun ada, pertemuan itu dalam rangka kesuksesan promosi doktor kader Golkar. Ketua MA saat itu hadir sebagai penguji," urainya.
Setelah memberi teguran dan tidak diindahkan Doli, maka DPP memperhatikan sistem dan aturan partai. Akhirnya, keponakan dari Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar, Akbar Tanjung, itu dipecat.
"Niat yang baik untuk memajukan partai ini harus dilakukan dengan cara yang baik, yaitu dengan mekanisme organisasi yang sudah diatur AD/ART partai kita," tegas Idrus.
Idrus pun menepis kekhawatiran bahwa pemecatan terhadap Doli akan menyulut perpecahan internal Partai Golkar.
"Cukuplah dua tahun lalu ada konflik berkepanjangan. Di bawah Setnov, pada pilkada 2017 Golkar tetap memenangkan yang terbesar dari seluruh partai yang ada. Saya rasa ini prestasi yang besar," ucapnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: