Menurutnya, Kota Bekasi yang notabene penyumbang komuter tertinggi menuju Jakarta harus diimbangi dengan percepatan infrastruktur teknologi transportasi. LRT adalah salah satu solusi yang akan digebrak percepatannya bila berhasil memenangkan Pilwakot Bekasi 2018 nanti.
"Bekasi itu penyumbang komuter tertinggi, hampir 15 persen disusul Kota Depok mencetak sekitar 12 persen bangkitan komuter menuju ibu kota. Dan Tangerang Selatan ketiga di antara daerah tetangga ibu kota. Maka LRT harus sesegera mungkin dikordinasikan percepatannya oleh Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemprov DKI Jakarta, dan pemerintah pusat," jelas Anggawira kepada wartawan, Selasa (28/8).
Menurut akademisi Universitas Islam As-Syafiiyah Jakarta itu, dirinya telah mengkaji beberapa survei mengenai kemacetan di ibu kota. Seperti survei dari Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung yang menunjukkan bahwa arus kemacetan kendaraan yang masuk ke Jakarta paling banyak berasal dari Bekasi dan Cibubur hingga sebesar 64 persen.
"Saya ingin warga Bekasi yang terpaksa mencari rezeki di Jakarta tidak habis waktunya di jalan karena macet yang akut, dan waktu bersama keluarga semakin kurang. Saya pikir LRT itu salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan dan cepat juga secara waktu, Bekasi menuju Jakarta bisa 30 menit," jelas Anggawira.
Dia menambahkan, keunggulan LRT diantaranya pembangunan bisa dilakukan dengan cepat sementara biaya perawatan lebih ringan dibanding monorel, LRT juga bisa terintegrasi dengan KRL Jabodetabek.
"Beberapa belahan dunia pakai LRT untuk mengurai kemacetan. Contoh saja negara Singapura yang juga pakai alat transportasi ini," pungkas Anggawira yang juga wakil ketua umum DPP Partai Gerindra Jawa Barat.
[wah]
BERITA TERKAIT: