Ini seiring dengan pembacaan doa kontroversial yang dilakukan Komisi III DPR, Muhammad Syafi'i tahun lalu. Saat itu, politisi Gerindra memanjatkan doa agar Indonesia dihindarkan dari pemimpin yang berkhianat pada publik. Padahal, saat itu ada Presiden Jokowi yang menyampaikan pidato kenegaraan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai bahwa dirinya belum mengetahui nama anggota dewan yang akan didaulat sebagai pembaca doa.
"Yang baca doa itu giliran ya, saya nggak tahu," ujarnya di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan (15/8).
Fahri berharap siapapun yang membacakan doa tahun ini bisa membangkitkan optimisme bagi perjalanan bangsa. Menurutnya, doa yang baik tidak harus panjang tetapi harus padat dan bermakna.
"Tahun ini semoga doa nya menyejukkan," pesannya.
[ian]
BERITA TERKAIT: