"Setelah saya istikharah dan mendengar saran dari teman-teman, aspirasi dari semua kalangan akhirnya saya bulat untuk maju. Karena harapan dari masyarakat, saya akan optimal untuk masyarakat. Prinsipnya integritas dan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat Cirebon adalah yang utama. Saya ikhlas dengan ini mengundurkan diri agar bisa lebih fokus menyerap aspirasi masyarakat," jelas Kalinga dalam keterangannya, Selasa (15/8).
Kalinga yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon mengatakan, amanah masyarakat membuatnya fokus dalam persiapan menuju pilbup bersama para pendukung.
"Saya memilih mundur dari birokrasi karena ini soal amanah rakyat. Saya tidak mau mencampuradukkan antara kerjaan di birokrasi pemerintahan dengan politik. Karena itu saya mundur," katanya.
Lanjutnya, langkah mundur tersebut mendapat simpati dari masyarakat Cirebon, sebab dukungan yang datang kian menggebu. Banyak yang menilai tindakan Kalinga sebagai wujud integritas dan suri tauladannya dalam mengemban amanah sehingga fokus dan tidak mau mencampur urusan birokrasi dengan politik.
"Saya akan fokus bersama masyarakat. Hajat kita salah satu adalah menuju Cirebon metropolitan. Peluang banyak, kita diapit kota besar Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Ada pelabuhan, dekat dengan Bandara Kertajati, kaya seni budaya, kuliner dan banyak lagi. Kabupaten ini wajib sejahtera, saya akan fokuskan sektor ekonomi," demikian Kalinga.
[wah]
BERITA TERKAIT: