PKB Dan Partai Rusia Bersatu Sepakat Promosi Islam Yang Rahmatan Lil'Alamin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 15 Agustus 2017, 09:47 WIB
rmol news logo Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memimpin delegasi partainya bertemu jajaran Unites Rusia Party (Partai Rusia Bersatu di Head Quarter atau kantor DPP Unites Russia Party, Moskow, Senin (14/8) kemarin.

Cak Imin didamping Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB Ida Fauziyah, Jazilul Fawaid, Arvin Thoha, Dita Sari dan Saiful Bahri. Sementara dari UR diwakili oleh Deputy Secretary, Sergey Zheleznyak dan tim.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu dalam suasana hangat dan menghasilkan kesepakatan kerjasama strategis dalam bidang pemberantasan terorisme.

UR sebagai partai berkuasa yang memiliki 72 persen kursi DPR, 20 dari 31 menteri menyatakan, meski kerja sama Indonesia-Rusia sebetulnya sangat strategis, namun PKB adalah partai Indonesia pertama yang membangun komunikasi dengan UR sebagai partai penguasa di Rusia.

"PKB merupakan partai pertama asal Indonesia yang membangun komunikasi dengan UR sebagai partai penguasa," kata Sergey Zheleznyak.

Sementara Cak Imin memaparkan, dalam pertemuan kali ini, kedua belah pihak membahas banyak hal secara mendalam. PKB dan UR kata dia, sepakat untuk membangun kerja sama strategis dalam mempromosikan Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.

"Kerja sama ini bukan saja untuk memberantas ideologi radikal dalam beragama, namun juga dalam tataran yang lebih praktis dan konkret di lapangan," katanya.

Sebagai sesama partai pendukung pemerintah, lanjut Cak Imin, PKB dan UR tidak terlalu berharap pada peran PBB dan NATO dalam menangkal terorisme. Harus ada poros atau grouping alternatif yang dibangun.

PKB dan UR bertekad menggalang partai-partai penguasa di negara-negara lain, khususnya yang beraliran Islam untuk bersama membangun persekutuan global. Indonesia adalah negeri berpopulasi Islam terbesar. Rusia pun adalah negara yang populasi Islam-nya warga pribumi (bukan imigran) dengan jumlah signifikan.

"Kesamaan ini jadi dasar kerja sama kita. Rusia bisa ambil peran sebagai pemimpin dari grouping alternatif ini," ucapnya.

Pertemuan ditutup dengan pernyataan kesiapan pimpinan UR untuk memenuhi undangan PKB ke Indonesia sekaligus penandatangan MoU (memorandum of understanding) antara kedua partai baik dalam bidang antiterorisme, kepemudaan, pemberian beasiswa bagi anak-anak muda dari PKB, hingga soal ekologi.

"Agreement ini akan segera disusun agar dapat ditandatangani awal tahun depan di Jakarta," pungkasnya.[wid]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA