Buya Syafii Jadi Panutan Lagi

Naik Kereta Ke Istana Bogor

Senin, 14 Agustus 2017, 10:09 WIB
Buya Syafii Jadi Panutan Lagi
Foto/Net
rmol news logo Bekas ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif adalah teladan juga panutan. Ilmunya tinggi, akhlaknya pun terpuji. Sayang nama besarnya sempat dibully netizen yang anti Ahok saat Pilkada DKI, tahun lalu. Tapi kini keharuman Buya Syafii kembali semerbak setelah beliau menunjukkan kesederhanaannya naik kereta ekonomi ke Istana Bogor, akhir pekan lalu. Netizen klop memuji dan kagum.

Pertama kali, Direktur Maarif Institute Muhammad Abdullah Darraz mengunggah foto-foto Buya di laman Facebooknya. Buya merupakan salah satu dewan pengarah UKP Pancasila dan akan menghadiri acara di Istana Bogor, Sabtu kemarin lusa.

"Pagi ini selepas subuh tadi, orang tua yang sudah menginjak usia 82 tahun 2 bulan ini bergegas berangkat meninggalkan penginapannya di kawasan Kuningan Jakarta Selatan menuju stasiun KRL Tebet. Dengan tujuan ke Bogor beliau bermaksud menghadiri Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diinisiasi oleh lembaga baru 'Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila'," tulis Darraz dalam akun Facebooknya, kemarin.

Darraz menyebut sehari sebelumnya Buya Syafii juga sudah mengabarkan kedatangannya ke Jakarta dan menggunakan angkutan KRL. "Sehari sebelumnya, beliau sudah berkomunikasi dengan saya, 'Direktur, saya on the way Kebayoran Lama, tomorrow to Bogor by KRL. Maarif'. Saya kebetulan sedang tugas belajar di Semarang selama seminggu ini tak dapat menemani beliau," tulisnya lagi.

Disebutkannya, MAARIF Institute selalu siap untuk antar-jemput Buya Syafii selama beraktivitas di Jakarta. Namun, karena kesederhanaan dan kesahajaannya selalu menolak tawaran tersebut.

"Beliau memilih untuk tetap menggunakan KRL di pagi buta menuju Bogor. Namun demikian, ketika komunikasi sehari sebelumnya itu, saya tetap berpesan untuk memastikan saja, jika Buya tetap akan berangkat pakai KRL, maka harus ada yang menemani. Kali ini keponakan beliau, Asmul Khairi, tetap setia menemani beliau," sambungnya.

Status Darraz sudah disukai 4 ribuan facebooker, dibagikan oleh 1.100 dan dikomentari 700 lebih netizen. Komentarnya kebanyakan memuji Buya.

Dari status inilah, foto-foto yang diposting menyebar di media sosial lain. Nampak foto Buya tengah duduk menunggu KRL di stasiun dan berbincang-bincang dengan seorang pria, bersama tiga orang lainnya yang duduk sebangku. Langit masih nampak gelap.

Foto lainnya, Buya yang mengenakan kemeja batik lengan panjang duduk dalam KRL dengan kedua tangannya ditopang tongkat hitam yang menemani langkah kakinya. Buya diapit lelaki yang tertidur dan seorang yang tampaknya tak tahu siapa pria bersahaja yang duduk di sebelahnya itu. Buya mengaku naik KRL lebih nyaman dan bebas macet. "KRL lebih nyaman, bebas macet dan tepat waktu di kala pagi," katanya.

Buya meminta, kisah tentang dirinya yang menaiki KRL tidak perlu dilebih-lebihkan. Sebab, baginya ini merupakan hal yang biasa. "Ah, biasa saja itu. Saat muda dulu, terbiasa berjalan kaki antara 30 sampai 48 kilometer melintasi dua kabupaten di Sumatera Barat yaitu Tanah Datar dan Sijunjung," tandasnya.

Di Twitter, foto-foto Buya menjadi perbincangan. Hampir tak ada yang bilang ini pencitraan. Semuanya memuji. Seperti akun @fadjroeL.

"Salam hormat dan takzim untuk Buya Syafii Maarif, ulama, pendidik, guru bangsa yang rendah hati," kicaunya sembari menautkan foto-foto Buya.

Ustad @Yusuf_Mansur juga memuji Buya. "Subhaanallaah. Dengan tenangnya, Buya Syafii Ma'aarif duduk di kereta yang membawanya ke Bogor," cuitnya kagum disambut @Thietaernawai1. "Keren banget bapak ini. Tokon nasional yang bertahan dengan kesederhanaannya. Don’t know what to say but I adore you!!"

Netizen dengan akun @tomytaslim menyahut. "Selalu mendapat tambahan energi lahir batin kalau mengikuti kiprah orang-orang seperti beliau. Tabik, buya Syafii," kicaunya.

Tak hanya dari netizen beragama Islam, Buya juga dipuji dan dihormati dari netter agama lain. Salah satunya pendeta berakun @FerryMaitimu. "Saya Kristen, dan saya sangat salut dengan kesederhanaan Buya Syafii. Beliau sudah selesai dengan hal-hal duniawi," cuit dia disamber @ matahatiku07. "Sederhana menjaga keutuhan cinta & kasih sesama, panutan semua agama, berikan kekuatan & kesehatan untuk Buya Syafii," puji dia sembari mendoakan.

Akun @andar_sihombing mengamini. "Buya Syafii telah menjadi panutan bukan hanya untuk seagamanya tapi juga lintas agama #GuruBangsa," cuitnya.

Teweeps @GDSuhendra tak mau ketinggalan mendoakan Buya Syafii. "Semoga Buya selalu sehat dan bersahaja ya. Menjadi panutan para ulama-ulama muda Indonesia," doanya.

Sementara akun @aryadi_robby menyindir tokoh masyarakat lain yang ogah hidup sesederhana Buya. "Karena takut macet, Buya berangkat pake KRL. Udah gitu berangkatnya lebih awal lagi. Ada loh yang takut macet naik helikopter. Ada," sindirnya disambut @faqihmubarok. "KRL versus Heli. Ehhh." ***

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA