"Sengaja datang silahturahmi dengan pimpinan dan penasehat KPK. UKP-PIP dan KPK punya kesamaan nilai dan visi. Kesamaan nilai karena namanya praktik korupsi bertentangan dengan sila di Pancasila. Makanya, kami katakan tadi semakin pancasilais itu semakin anti korupsi," tutur Yudi kepada wartawan ditemani Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Ke depan, lanjut Yudi, UKP-PIP akan membentuk indeks realisasi Pancasila pada tiap kota di Indonesia. Indeks tersebut diukur dari kasus korupsi yang terjadi di kota-kota yang akan disurvei oleh UKP-PIP.
"Seberapa pancasilais kota di Indonesia. Indikatornya salah satunya tingkat korupsi. Semakin rendah korupsinya, makin pancasilais," kata Yudi.
Yudi menambahkan, UKP-PIP juga turut berkonsultasi beberapa hal kepada KPK. Salah satunya terkait rambu-rambu gratifikasi tindak pidana korupsi.
"Sebagai lembaga baru, ke sini mengkonsultasikan sejumlah hal, lihat rambu yang mana gratifikasi. Jangan sampai lembaga bawa nilai Pancasila terjerembab karena ketidaktahuan kami dalam soal
rules and regulation. Konsultasi batas gratifikasi dalam usaha membangun partisipasi publik dalam mengamalkan Pancasila," jelasnya.
UKP-PIP juga akan mengundang KPK pada acara Festival Prestasi Indonesia pada 21 hingga 22 Agustus ke depan. Festival itu digelar untuk mengapresiasi prestasi individu di ruang publik dalam rangka membangun track optimis dan positif di masa depan.
"Juga terpikir nanti, kita diskusikan ke depan. Boleh jadi UKP-PIP memberikan apresiasi terhadap Pemda, tokoh, kepala daerah yang indeks korupsinya rendah," tambahnya.
Sementara itu, Alex menambahkan nantinya UKP-PIP dan KPK akan melakukan sosialisasi nilai Pancasila dan nilai-nilai anri korupsi. Hal itu juga menjadi bagian dari pemetakan jaringan pada internal KPK.
"Prinsipnya kita ingin mengintegrasikan nilai Pancasila dalam nilai antikorupsi. Tidak jujur bertentangan dengan sila pertama. Korupsi mengabaikan nilai kemanusiaan dan lain-lain," kata Alex.
[ian]
BERITA TERKAIT: