"Tidak ada (kaitannya Setnov tersangka). Karena itu rupanya memang sudah giliran," ujar wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Media Center DPR, Senayan (8/8).
Fahri menjelaskan bahwa penetapan tersebut sudah sesuai protokol istana Kepresidenan sebagai penyelenggara upacara kemerdekaan setiap tahunnya.
Menurutnya, memang sudah menajdi tradisi setiap tahunnya selalu digilir dari pimpinan lembaga di parlemen untuk membacakan teks proklamasi. Sehingga adanya tudingan dipilihnya Zulkifli karena Novanto menyandang status tersangka.
"Pak Irman 2016, 2017 Pak Zulkifli, jadi DPR-DPD-MPR," demikian Fahri.
[san]
BERITA TERKAIT: