Ketua DPD Perindo Kuningan, Dede Entua Hikmana menjelaskan, penyerahan gerobak dilakukan kepada pedagang di Jalan Raya Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
"Target penyerahan gerobak minimal 1 kecamatan 31 unit gerobak. Di Kuningan ada 32 kecamatan, sehingga total target 1.000 unit gerobak sampai 2019," ujarnya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa (8/8).
Menurutnya, pembagian gerobak pada gelombang kedua kali ini sebanyak 10 unit. Gelombang pertama, Dede membagikan 4 unit gerobak, sehingga total yang telah dibagikan sebanyak 14 unit.
Pelaku UMKM yang memperoleh gerobak gratis itu berdomisili di Kabupaten Kuningan. Rata-rata UMKM tersebut berjualan kuliner, seperti pedagang bakso, es doger, dan lainnya.
Rencananya, DPD Perindo Kabupaten Kuningan akan kembali membagikan gerobak bagi UMKM pada September mendatang. Sebanyak 17 unit gerobak akan dibagikan kepada pedagang di Kuningan.
Dede mengatakan, gerobak Perindo bisa didapatkan dengan persyaratan yang sangat mudah. Usaha yang dilakukan oleh pedagang yang ingin mendapatkan gerobak Perindo secara gratis minimal telah berjalan 1 tahun.
"Syaratnya hanya foto copy KTP, Kartu Keluarga, dan usahanya sudah berjalan minimal 1 tahun," jelasnya.
Menurutnya, syarat tersebut sangat mudah untuk dipenuhi. Bahkan, antusiasme warga sangat tinggi pada pembagian gerobak Perindo periode kedua ini.
Saat Perindo Kuningan membuka pendaftaran, sebanyak 75 pelaku UMKM mendaftar untuk memperoleh gerobak. Namun, sambungnya, Perindo baru memenuhi 10 pelaku UMKM yang mendapatkan gerobak baru, rapi, dan bersih dari Partai Perindo.
Hampir semua pedagang telah memiliki gerobak sebelumnya. Namun, dengan diperolehnya gerobak baru dari Perindo, diharapkan bisa memacu produktivitas.
Dede berharap, pemberian gerobak bagi pelaku UMKM dapat meningkatkan penghasilan para pedagang. Sehingga, keluarga akan semakin sejahtera seperti visi Perindo yang ingin membuat masyarakat Indonesia lebih sejahtera.
Salah satu pedagang yang beruntung mendapatkan gerobak dari Partai Perindo Kuningan adalah Satya. Pria berumur 30 tahun itu sehari-hari berjualan es doger di wilayah Kuningan.
Satya yang berdomisili di Desa Sumbakeling, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, itu telah 3 tahun berjualan es doger khas Jawa Barat tersebut. Dia berjualan es doger untuk menghidupi istri dan tiga orang anak.
"Alhamdulillah saya senang mendapatkan gerobak dari Perindo Kuningan. Sudah 3 tahun berjualan, baru kali ini dapat gerobak," ungkapnya dengan berseri-seri.
Es doger yang dijual oleh Satya memiliki omzet sekitar Rp500 ribu setiap harinya. Gerobak Perindo yang baru didapatkannya itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan.
Gerobak Perindo yang lebih steril dan bersih itu, kata dia, diharapkan membuat para pelanggan lebih nyaman. Tentunya, kondisi tersebut akan menambah jumlah pelanggan es doger yang dijualnya.
"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Partai Perindo bisa menyejahterakan rakyat, saya berdoa, ke depan Perindo makin jaya, bisa diterima oleh masyarakat," ungkapnya.
Seperti diketahui, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Barat menargetkan akan membagikan 20.000 unit gerobak di wilayah Jabar. Pembagian gerobak akan terus dilakukan hingga 2019 mendatang.
Partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini akan membagikan 100 ribu gerobak hingga 2019 ke seluruh wilayah di Indonesia demi menciptakan ekonomi kerakyatan yang mandiri. Program ini juga menjadi aksi nyata partai berlambang burung rajawali demi mewujudkan Indonesia sejahtera.
[sam]
BERITA TERKAIT: