Menurut Mukhlis, pernyataan Habiburokhman terkait proyek yang dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama itu tersebut menunjukkan dirinya sedang derita sakit.
"Ini yang membuat kami bertanya, sakit apa yang diderita Habiburokhman sampai membuat pernyataan memalukan seperti itu," ketus Mukhlis Ramlan di Jakarta, Sabtu (5/8).
Padahal, menurut dia, publik justru menilai Simpang Semanggi merupakan maha karya Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan.
Sebelumnya, Habiburokhman mengatakan bahwa Simpang Susun Semanggi membuatnya nyasar. Saat itu, Rabu (2/8) Siang, Habiburokhman hendak ke Bundaran HI dari arah Slipi namun dia justru nyasar ke arah Blok M. Menurutnya, simpang susun tersebut katrok dan terlalu sederhana.
"Kalau dia nyasar pertanyaannya sederhana, dia ini bisa baca tulis nggak, terus paham tanda panah di jalan nggak, dan era digital begini pakai google map nggak, karena sebodohnya orang kampung masuk Jakarta kalau dia pakai google map pasti nggak nyasar apalagi ini di tengah Ibu Kota Negara, nggak layak dia bilang sesat lalu serang Pemda DKI," timpal Mukhlis.
Mukhlis kemudian mengingatkan Habiburokhman bahwa banyak masalah bangsa yang perlu dipikirkan bersama solusinya. Untuk itu siapapun perlu memberikan solusi cerdas untuk kebaikan bersama, bukan pernyataan sesat dan cacat logika seperti itu.
Dikatakannya bahwa orang menilai Simpang Susun Semanggi sebagai proyek yang bagus. Mereka bahkan senang.
"Tapi dia (Habiburokhman) malah sesat umbar pernyataan memalukan seperti itu, buatlah karya bagi bangsa serta berhentilah menghina orang lain, karena kita ada di dunia hukum yang punya konsekuensi atas segala pernyataan dan tindakan," sesalnya.
Karenanya, dia menilai Habiburokhman hanya mencari-cari kesalahan pemerintah, utamanya pemerintah DKI.
"Dia hanya berbicara kesalahan Pak Jokowi dan Ahok sejak dulu, sehingga apapun yang dilakukan oleh Pak Jokowi sebagai Presiden dan Ahok sebagai Gubernur DKI waktu itu, pasti dia salahkan dan dilawan," beber Mukhlis.
Presiden FAKTA Surpani Sulaiman menegaskan apabila Habiburokhman terus menghina dan menyudutkan pemerintah yang sah maka FAKTA akan menyeret Habiburokhman ke jalur hukum.
"Kami akan persempit ruang gerak tukang fitnah dan tukang hina orang lain di negeri ini," kata Surpani mengingatkan.
[sam]
BERITA TERKAIT: