Kelangkaan Garam Momentum Benahi Kebijakan Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 04 Agustus 2017, 23:02 WIB
Kelangkaan Garam Momentum Benahi Kebijakan Nasional
Net
rmol news logo Kelangkaan garam baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri belakangan ini hendaknya bisa dijadikan momentum untuk membenahi kebijakan garam nasional.

Menurut ekonom Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya, pembenahan yang dilakukan termasuk tata kelembagaan mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perdagangan, PT Garam hingga pihak-pihak terkait.

"Sudah saatnya menanggalkan ego sektoral dan bekerja bersama untuk membuat perubahan," kata Berly kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/8).

Dia menjelaskan, turunnya produksi garam ketika permintaan tetap stabil membuat harga menjadi melonjak. Sementara, terkait kebijakan impor merupakan solusi jangka pendek karena yang terpenting adalah mendongkrak produksi garam dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

"Produksi turun demand tetap sehingga harga naik, solusi jangka pendek ya impor. Tapi harus jadi target kebijakan sistematis untuk tingkatkan kapasitas produksi dalam dua tiga tahun ke depan," jelas Berly.

Dia menambahkan, untuk dapat mendongkrak jumlah produksi garam perlu kebijakan sistematis yang dapat meningkatkan teknologi dan manajemen yang baik. Selain itu, lokasi tempat produksi juga perlu diperhatikan. Sebab, jika tempat produksi jauh dari lokasi pembeli maka harga jual akan mahal karena biaya transportasi yang jauh.

"Kalau produksi jauh dari lokasi pembeli maka biaya transport jadi mahal harga jual," demikian Berly. [wah]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA