Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan dan seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) se-Tangsel, dan Pimpinan STIEAD beserta Civitas Akademika. Hadir sebagai narasumber, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang membawahi Majelis Pustaka dan Informasi, Dadang Kahmad.
Menurut Ketua STIEAD, Mukhaer Pakkanna, Sistem Perpustakaan Digital Terpadu yang dilaunching STIEAD merupakan bentuk respon dari zaman yang kian berkembang pesat di semua bidang kehidupan, khususnya dunia pendidikan.
"Di era masyarakat digital, pengembangan-pengembangan (dibaca: perpustakaan digital) semacam ini sangatlah diperlukan, memiliki keunggulan lebih praktis, mudah-mudahan perpustakaan digital ini mampu meningkatkan budaya membaca masyarakat khususnya civitas akademika STIEAD," ujarnya saat dimintai keterangan.
Sementara Wakil Ketua III STIEAD, Sutia Budi, mengatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan agar perpustakaan digital yang sudah bisa diakses tersebut, dapat dinikmati oleh semua kalangan bukan hanya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).
"Alhamdulillah, Perpustakaan Digital STIE Ahmad Dahlan telah kami luncurkan. Selain bisa diakses melalui PC, saat ini juga sudah bisa diakses melalui android. Insya Allah, semua PTM bisa menikmati Perpustakaan Digital Terpadu dalam waktu dekat. Kami juga sedang mengupayakan untuk sekolah-sekolah Muhammadiyah," imbunya.
Sutia Budi menuturkan bahwa STIE Ahmad Dahlan bersama Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah akan mendorong agar layanan Perpustakaan Digital ini bisa diakses oleh seluruh mahasiswa PTM dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di Indonesia.
"Kami juga terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia agar digital library ini bisa diakses oleh masyarakat luas," demikian Sutia Budi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: