Begitu kata Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam acara pembekalan calon perwira remaja di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7).
Kata dia, TNI merupakan benteng negara yang mengabdi pada tujuan nasional Indonesia, yaitu mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam ideologi negara, Pancasila.
"Inilah tujuan nasional yang harus terpatrikan dalam setiap derap langkah kita. Satu pun dari kita, tidak boleh memiliki tujuan yang berbeda dalam konteks berbangsa dan bernegara," jelasnya.
Mega melanjutkan, TNI sebagai alat negara harus benar-benar mengabdi pada tujuan bernegara tersebut. Karena itulah, semua pihak juga harus berjuang bersama mewujudkan TNI yang solid, tangguh, terlatih, profesional, modern, dan memiliki postur yang efisien untuk mampu melakukan tugas-tugas negara, termasuk menjalankan misi perdamaian bagi persaudaraan bangsa-bangsa.
"Atas dasar harapan itulah, ketika saya dipercaya sebagai presiden, ancaman disintegrasi ada di depan mata. Pada saat bersamaan, krisis multi-dimensional hampir menguras seluruh konsentrasi saya sebagai presiden. Dalam situasi yang serba sulit tersebut, kesadaran untuk terus memerkuat angkatan bersenjata tetaplah menjadi skala prioritas saya," tegasnya.
Mega menjabarkan saat itu dirinya menghadirkan Sukhoi SU-27 dan SU-30, Helikopter MI-35, kapal tempur Korvet Sigma Class III dan IV, serta retrofit kapal tempur angkatan laut. Tidak hanya itu, lompatan kemampuan industri strategis pertahanan nasional juga terus dilakukan saat itu.
"Memaksa Pindad untuk membuat senjata dan tank, karena kondisi persenjataan prajurit TNI yang begitu mengenaskan pada penumpasan gerakan separatisme di Papua dan Aceh," pungkas ketua umum PDIP itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: