Dalam pidato sambutannya, pria yang akrab disapa OSO ini mengatakan bahwa mengurus sebuah organisasi memang tidak mudah. Apalagi mengurus para perantauan asal Minang di berbagai daerah.
"Berarti kalau mereka mau menjadi pengurus Gebu Minang, berarti mereka mau mengabdi kepada tanah Minang," katanya di Assebly Hall, Bidakara Hotel, Jakarta Selatan, Jum'at (21/7).
Namun demikian, jika organisasi Gebu Minang diurus secara baik dan benar, dan masyarakat Minangnya bersatu padu, maka ekonomi negara akan aman.
"Gebu Minang ini kan lahir berawal dari sebuah gerakan pada era Pak Soeharto yang dikenal dengan nama "Gerakan Seribu Rupiah". Tahun 80-an orang Minang kumpulkan seribu perak berhasil terkumpul Rp12 miliar. Bayangkan kalau sekarang satu orang Rp10 ribu saja perbulan, aman sudah," jelasnya.
Uang yang terkumpul itu bisa untuk membangun tanah kelahiran, Ranah Minang. Untuk itu, menurut dia, dengan adanya kepengurusan Gebu Minang yang baru merupakan kebangkitan masyarakat Minang pada umumnya.
Lebih lanjut OSO mengaku tak bisa memberikan janji apapun untuk kemajuan organisasi dan untuk Minang. Namun dia mengajak semua pengurus dan anggota Gebu Minang untuk bahu-membahu, bekerja keras untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.
"Ini hari kebangkitan Gebu Minang meneruskan perjuangan para tokoh Gebu Minang di masa lalu," ujarnya Ketua DPD RI ini.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan selamat kepada pengurus Gebu Minang yang baru. Diharapkannya bahwa pengurus baru dapat mengemban amanah yang diberikan dengan baik.
"Harapan kami Gebu Minang dijadikan sebagai alat pemersatu dari semua masyarakat perantauan untuk menjadikan orang Gebu Minang menjadi hebat ke depan. Jagalah persatuan, jagalah satu rahim. Saling tolong-menolong di tanah perantauan," kata Irwan.
[zul]
BERITA TERKAIT: