Oleh karena itu, Mega mengimbau kepada seluruh kader dan pengurus PDIP di daerah untuk tetap berhati-hati dengan sosok-sosok yang memanfaatkan isu bertemu dengan dirinya untuk menarik simpatik dari masyarakat.
"Kalau ada yang mengatakan begitu (dapat rekomendasi) itu bohong, karena satu-satunya restu kalau dibuktikan dengan rekomendasi dari ketum. Itupun tolong dilihat itu tanda tangan saya atau tidak. Baru foto sudah bilang dapat restu, itu namanya membohongi orang lain dengan menggunakan nama orang lain," ujarnya saat peresmian Kantor DPD PDIP Sumatera Utara di Jalan Jamin Ginting KM 11, Padang Bulan, Medan, Selasa (18/7).
Mega mengaku sudah banyak calon yang datang menemuinya. Kata dia, pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi tanpa ada pembicaraan mengenai dukungan di Pilkada.
"Banyak yang mau ketemu saya sekarang, padahal belum pernah ketemu. Ya mau ketemu boleh aja. Tapi sudah ada yang bilang, saya sudah bertemu dengan ketum, saya sudah diberi restu. Restu apaan?," tanyanya.
Megawati mengatakan, sikap para politisi yang melakukan pembohongan seperti itu menjadi salah satu contoh dari rendahnya rasa nasionalisme mereka.
Hal ini juga menjadi salah satu pertanda tidak adanya implementasi diri sebagai seorang yang berjiwa pancasilais.
"Pancasila itu diimplementasikan dengan perilaku baik lahir dan batin," tegas Megawati seperti diberitakan
RMOLSumut.
[ian]
BERITA TERKAIT: