Indonesia Harus Mewaspadai Perang Asimetris

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 11 Juli 2017, 01:35 WIB
Indonesia Harus Mewaspadai Perang Asimetris
Net
rmol news logo Pengajar Universitas Pertahanan (Unhan) Yono Reksoprasodjo mengingatkan bangsa Indonesia untuk mewaspadai perang asimetris.

Sebab menurut dia perang asimetris adalah perang yang terjadi tidak menggunakan senjata fisik melainkan ide-ide untuk menjatuhkan lawan dengan menggunakan strategi-strategi modern. Di mana, salah satu pihak bisa hanya terdiri dari satu orang yang bahkan berada jauh dari wilayah sengketa.

"Perang asimetris adalah kondisi perang di mana ada satu atau lebih peserta perang yang memanfaatkan kemampuan dan kekuatan irregular yang tidak tergantung pada besaran pasukan," jelasnya dalam Pengajian Kebangsaan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dengan tema 'Menangkal Perang: Upaya Penguatan Ideologi Pancasila' di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Senin, 10/7).

Yono menambahkan, tujuan utama dari perang asimetris adalah mengarahkan lawan tanpa harus bertempur. Pemanfaatan taktik, pilihan medan pertempuran yang baru hingga senjata baru dalam berperang inilah yang disebut sebagai langkah taktik asimetrik.

Dalam kesempatan itu, politisi Golkar, Aditya Anugrah Moha mengatakan, Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa. Hal itu, menurutnya bisa saja digunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menghancurkan negeri ini. Salah satunya yakni melalui perang asimetris.

"Perang asimetris umumnya bertujuan menyebarkan ajaran-ajaran ideologi radikal untuk mengganti ideologi negara dengan sebuah ideologi tertentu," ujarnya.

Namun, anggota DPR RI tersebut meyakini bahwa perang asimetris sebenarnya dapat dicegah. Caranya adalah dengan melakukan penguatan terhadap pemahaman dan pengamalan atas ideologi Pancasila.

Ketua Harian PP AMPG Bidang Politik Mustafa Radja menambahkan bahwa penting bagi semua elemen bangsa untuk mencegah perang asimetris. Karenanya, dia berkomitmen rutin menggelar diskusi serupa dalam rangka untuk mencari solusi terbaik. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA