Bertarung Di Jateng, Gerindra Harus Siapkan Kader Terbaik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 08 Juli 2017, 12:09 WIB
Bertarung Di Jateng, Gerindra Harus Siapkan Kader Terbaik
Net
rmol news logo Partai Gerindra perlu menyiapkan kader terbaik untuk mengisi kandidat dalam Pilkada Jawa Tengah 2018, sebab provinsi itu meruupakan salah satu basis kekuatan PDI Perjuangan alias partai banteng.

"Jawa Tengah merupakan lumbung suara PDIP, Gerindra harus siapkan tokoh-tokoh atau kader terbaiknya. Saya ambil contoh Ahmad Muzani sekjen Gerindra bisa diturunkan di Jawa Tengah, merupakan anggota dewan. Cuma sekarang dia akan bertarung bukan sebagai anggota dewan melainkan sebagai calon kepala daerah," jelas pengamat senior Pusat Penelitian Politik LIPI Siti Zuhro kepada wartawan, Sabtu (8/7).

Menurutnya, yang harus menjadi fokus saat ini adalah bagaimana Gerindra meningkatkan popularitas kader sebagai calon kepala daerah.

"Lihat seberapa besar keinginan masyarakat lokal Jawa Tengah untuk memiliki pemimpin baru. Jika ada keinginan besar, tentu ini akan jadi peluang besar bagi penantang, seperti yang terjadi di Jakarta pada saat Pilkada DKI beberapa waktu lalu," beber Siti.

Hanya saja, berbeda dengan iklim politik di Jakarta, Jawa Tengah selama ini selalu dikuasai oleh PDIP. Bahkan beredar anggapan bahwa Jateng merupakan provinsi dengan basis massa PDIP terbesar yang dapat mempengaruhi perhitungan parpol lain.

"Agak berbeda dengan Jawa Tengah dari waktu ke waktu selalu dimiliki PDIP, sementara Jakarta itu bisa biru, kuning, dan merah," kata Siti.

Karena selalu didominasi oleh PDIP, dia melihat pertarungan di Pilkada Jateng akan cukup berat bagi penantang. Untuk itu, para rival dari partai lain seperti Gerindra harus menurunkan kader terbaik yang memiliki peluang besar untuk menang.

"Memang ini akan jadi tantangan berat bagi penantang di Jawa Tengah karena kelihatannya petahana akan kembali maju," ujar Siti.

Kendati demikian, Siti menilai bahwa suasana Pilkada Jateng masih penuh dinamika. Akan ada banyak nama baru bermunculan. Dirinya yakin bahwa akan ada lebih dari dua pasangan calon yang muncul dalam kontesasi.

"Suasana masih cair, masih agak jauh panggang daripada api. Karena ini kan baru istilah kata seperti di DKI dulu menjelang pilkada muncul banyak nama, dan akan mengerucut dengan sendirinya nanti. Tapi yang jelas bisa ada lebih dari dua pasangan calon," pungkas Siti. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA