"Saya tidak setuju pemindahan ibu kota," ujar putri Bung Karno yang akrab disapa Mbak Rachma itu kepada redaksi, Jumat (7/7).
Mbak Rachma punya alasan menolak rencana tersebut. Menurutnya, pemindahan ibu kota hanya pengalihan konsentrasi kondisi nasional.
Pemindahan ibu kota juga sebuah pemborosan biaya. Dalam merealisasikannya, butuh penyediaan infrastruktur yang sangat besar.
Mbak Rachma pun meminta rencana pemindahan ibu kota jangan dikait-kaitkan dengan ide Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Sukarno.
"Tidak tepat dikaitkan dengan dalih keinginan Bung Karno. Karena pada waktu itu Bung Karno mempunyai strategi menghadang infiltrasi dan intervensi nekolim lewat Kalimantan Utara, utamanya ketahanan kependudukan terhadap proyek Malaysia," paparnya.
Mbak Rachma menyarankan, Indonesia saat ini harus lebih fokus pada hal-hal yang lebih substansial. Seperti mengurus soal ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan dan ideologi bangsa.
"Itu lebih penting ketimbang urusan proyek-proyek yang rentan korupsi dan oligarki kekuasaan," pungkas ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: