Menurut dia, kabar tersebut bisa diteliti saat uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan mendatang.
"Nanti kita bisa lihat apa yang dimaksud dengan kedekatan itu," jelas Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/7).
Terlepas dari itu, menurut dia, mereka yang nantinya menjadi komisioner Komnas HAM harus bekerja secara profesional dengan tidak membawa aspirasi kelompok, individu, golongan, kecuali aspirasi itu memang menegakan HAM.
"Saya sih melihat nanti kinerjanya saja, seperti apa," imbuhnya.
Apalagi, lanjut Fadli, saat ini terkadang seseorang gampang sekali dituduh dekat dengan kelompok radikal tertentu, padahal sesungguhnya tidak demikian.
"Yang paling penting kita percaya bahwa sudah ada suatu proses yang sudah dilalui diseleksi, dan saya kira diseleksi sudah memberikan ruang penelitian kepada yang bersangkutan atau anggota itu. Kita lihat aja nanti," demikian Wakil Ketua DPR RI ini.
[sam]
BERITA TERKAIT: