Hal itu disampaikan aktivis perburuhan Timboel Siregar. Menurut Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi) ini, para politikus di Senayan kini malah sibuk mengutak-atik Undang Undang mengenai susunan dan kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), guna menambah jumlah anggota DPR, jumlah pimpinan DPR, jumlah pimpinan MPR dan jumlah pimpinan DPD.
"Mereka hanya berpikir bagaimana mereka bisa terus ada di Senayan, hidup senang menjadi pimpinan dengan segala fasilitas mewah sebagai pejabat negara, tanpa pernah berpikir kalau penambahan jumlah kursi kursi itu akan berdampak secara signifikan pada penambahan anggaran APBN. Mereka juga sepertinya tidak berpikir penambahan anggaran itu sebaiknya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat, untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya,†jelas dia dalam perbicangan dengan redaksi, Jumat (26/5).
Selain persoalan kesulitan perekonomian yang membelit bangsa ini, lanjut Timboel, krisis kepercayaan dan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia, termasuk maraknya peristiwa-peristiwa intoleran dan kekerasan di masyarakat, berujung pada kian tidak mahu tahunya para politisi di Senayan untuk memikirkan masyarakat Indonesia agar lebih baik ke depan.
Kondisi ini, menurut Timboel, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Upaya keras dan sangat ketat dari setiap unsur masyarakat melakukan kotrol dan menindak para politisi yang sudah kehilangan sense of belonging terhadap persoalan rakyat itu. Termasuk, upaya tegas dari masing-masing setiap partai politik (parpol) yang merupakan rumah para politisi itu, hendaknya bertindak tegas terhadap anggota-nya yang duduk sebagai legislator di Senayan.
"Sementara mereka terus asyik mikirin diri sendiri, tidak jauh dari Sulawesi Utara, yakni di Kota Marawi di Pulau Mindanao sudah dikuasai Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS. Mereka enggak mau tahu kalau ISIS selangkah lagi berpidah ke Indonesia,†demikian Timboel.
[sam]
BERITA TERKAIT: