"Saya berharap semua kader mengamankan, mengawal dan menyukseskan pemenangan Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres sebagaimana sudah ditetapkan Rapimnas di Balikpapan, supaya tidak ada dusta di antara kita dan mbalelo dalam putusan yang telah dibuat," kata Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono dalam rilisnya, Jumat (26/5).
Menurutnya, memang ketika belum diputuskan diperbolehkan memberikan masukan dan usulan, tapi kalau sudah disepakati dan diputuskan di Rapimnas, tidak boleh ada kader yang melanggarnya.
"Siapapun yang mbalelo atas putusan Rapimnas harus diberikan sanksi baik pusat maupun daerah. Maka harus dipatuhi putusan yang sudah ditetapkan. Terkait capres Golkar tidak ada masalah karena sudah tetap yakni tetap mendukung Jokowi sebagai capres Golkar. Semua sudah final, tidak akan berubah putusan yang diambil," tegasnya.
Mantan Menko Kesra ini menyebutkan, elektabiitas, kinerja dan tingkat kepuasan tinggi Jokowi cukup tinggi. Sehingga Golkar tetap mengusungnya di Pilpres 2019 mendatang.
Mengenai siapa wakil presiden yang bakal disandingkan dengan Jokowi, Agung menyebutkan sampai sekarang belum tepat untuk membicarakannya.
"Mengenai wakil terlalu dini untuk ditetapkan. Saya rasa Itu pun akan dilakukan setelah ada koordinasi dan komunikasi dengan Jokowi mengenai siapa yang cocok mendampinginya," jelasnya.
Untuk saat ini, lanjut Agung DPP Partai Golkar sedang fokus melakukan persiapan Pillkada Juni 2018 dan menyusun daftar caleg 2019.
"Saya sarankan lewat fraksi Golkar di DPR untuk bisa membantu mengurangi kesenjangan dan mengentaskan kemiskinan. Dengan demikian hal itu bisa menjaga dan membantu Jokowi agar tingkat kepuasan publik tetap tinggi," harapnya.
Setelah 60 persen kemenangan Pilkada 2018 diraih Golkar, tambah Agung baru bisa dibicarakan mengenai cawapres Jokowi.
"Pembicaraan calon wakil presiden di 2018 saya rasa waktu yang tepat," paparnya.
Menyangkut kriteria pendamping Jokowi nanti, ia berpendapat haruslah kader Golkar tulen dan profesional.
"Banyak variannya, tapi sebaiknya menunggu komunikasi dan koordinasi yang intens dengan presiden. Tapi yang jelas sekarang Golkar fokus menangkan Pikada-pilkada 2018 dulu," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: