Golkar Tak Mau Berpolemik Soal Intervensi JK di Pilkada Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 06 Mei 2017, 18:09 WIB
Golkar Tak Mau Berpolemik Soal Intervensi JK di Pilkada Jakarta
Anies-JK/net
rmol news logo Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menjelaskan intervensi mantan ketua umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) dalam Pilkada DKI Jakarta April 2017 lalu bukan bagian dari partai.

Menurutnya rekomendasi JK untuk memajukan Anies Rasyid Baswedan merupakan inisiatif pribadi. Sebab saat ini Wakil Presiden Joko Widodo itu tidak masuk dalam kepengurusan Partai Golkar.

"Kalau misalnya beliau berada di struktur resmi partai, tentu harus ikut dengan keputusan partai dan Kita juga harus tahu, beliau bukan struktur resmi partai. Tahun 2014 pun beliau maju bukan diusung partai Golkar," ujar Ace saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5).

Lebih lanjut, Ace menilai pihaknya menghormati pendapat JK untuk merekomendasikan nama mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu di Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya Partai Golkar tidak ingin membuka polemik baru terkait intervensi JK dalam perhelatan demokrasi di Jakarta 9 April lalu.

"Kita tidak ingin berpolemik dengan pernyataan dukungan beliau, itu hak politik beliau. Kita hormati saja," pungkas Ace.

Mencuatnya nama Jusuf Kalla bermula dari cerita Ketua Umum PAN Zulkifli Hassan di acara seminar nasional kebangsaan Gerakan Muballigh dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5) kemarin.

Zulkifli menjelaskan nama Anies tidak pernah masuk dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Sosok Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Hukum dan Ham yang lebih dominan untuk dipasangkan dengan Sandiaga uno. Yuzril menurut Zulkifli, bakal diusung enam partai politik Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera. Namun sehari sebelum pengumuman calon yang diusung, nama Anies muncul. Itupun atas intervensi Jusuf Kalla.

Selain Zulkifli, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais juga mengakui ada sentuhan Kalla dalam Pilkada DKI. Bahkan, Amien menyanjung kecermatan Kalla yang merekomendasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya kecermatan Jusuf Kalla sangat terbukti setelah pasangan nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno mendapat 57,96 persen suara, menungguli pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang memperoleh 42,04 persen suara. Terlebih Anies-Sandi hanya diusung empat Partai Politik, sementara, Basuki-Djarot diusung lima Partai Politik.

"Itu yang terjadi, terus terang Anies Baswedan ini yang mula-mula menjagokan pak JK (Jusuf Kalla) dan pak JK cukup cermat, buktinya jadi," ungkap Amien saat ditemui di kantor DPP PAN, jalan Senopati, Jakarta Pusat, Rabu (3/5).[san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA