Alhamdulillah, Rakyat Jakarta Dapet Rejeki

Hujan Sembako Jelang Pilgub

Selasa, 18 April 2017, 10:46 WIB
Alhamdulillah, Rakyat Jakarta Dapet Rejeki
Foto/Net
rmol news logo Sehari jelang pencoblosan, Jakarta "hujan sembako". Kubu Ahok dan Anies membantah telah membagi-bagikan sembako untuk meraup suara. Tak peduli kubu mana yang melakukannya, yang jelas warga Jakarta yang ketiban rezekinya. Alhamdulillah.

Kendati jelas-jelas ditemukan berbagai atribut kedua cagub nempel di dalam paket sembako yang dibagikan ke warga, tak ada satupun pasangan calon atau para tim sukses yang berani mengakuinya. Mereka takut kena diskualifikasi atau bahkan dipidana, karena tindakan seperti ini dilarang.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang ditugaskan jadi wasit dan pengawas tak tinggal diam juga begitu melihat dan mendapat laporan ada praktek-praktek pembagian sembako jelang pemilihan.

Misalnya, Panwaslu DKI Jakarta sempat menghentikan pembagian sembako di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan Minggu (16/4) lalu.

Menurut Ketua Panwaslu Jakarta Selatan, Ahmad Ari Masyhuri, bagi-bagi sembako tersebut terjadi pukul setengah Sembilan pagi di Blok Borneo (Blok B).

"Ada sekelompok orang berbaju kotak-kotak terus dia bawa sembako karung. Kemudian bilangnya dijual, terus banyak orang berdatangan di luar penghuni Kalibata City. Kemudian kami bubarkan," ujar Ahmad Ari Masyhuri, kemarin.

Sekitar pukul 10.20 WIB, lanjut Ahmad Ari, sekelompok orang yang diduga membagi-bagikan sembako tersebut membubarkan diri.

"Kami sudah mengambil sejumlah sembako sebagai barang bukti," tegasnya.

Dia merinci, sembako yang dibagi-bagikan itu berisi beras, minyak goreng, gula, dan lain-lain.

Kendati sempat dihentikan Panwaslu, tapi pembagian sembako ini ludes dibagikan ke warga.

Sebelumnya, "Hujan sembako" bahkan diduga melibatkan artis. Giring, vokalis grup band Nidji digadang-gadang ikut membagi-bagikan sembako sembari menggunakan baju kotak-kotak di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (10/3).

Giring dilaporkan ke Bawaslu oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). "Yang dilaporkan itu dugaan politik uang, pembagian sembako di Kampung Melayu. Salah satu yang dilaporkan itu Saudara Giring," kata Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri.

Ada juga model lain pembagian sembako. Tidak gratis, tapi murah dan banyak peminatnya. Seperti yang dilakukan Partai Perindo di sejumlah titik di ibu kota. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo (HT) ini menggelar bazar sembako. Salah satunya menjual beras seharga Rp 25 ribu per 5 kilogram.

Partai Perindo telah mendeklarasikan diri mendukung Anies-Sandi. Partai anyar ini membantah bagian dari kampanye terselubung untuk menggiring massa memilih jagoannya.

Di dunia maya, beredar foto stiker HT bersama Anies-Sandi plus surat di atas karung beras bertuliskan Partai Perindo. Namun hal ini dibantah Perindo. "Perindo tidak pernah melakukan bazar murah yang menyertakan surat Anies-Sandi dan pembagian stiker," kata Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq.

Yang diakui Perindo, mereka memang menggelar bazar murah, tapi tanpa embel-embel mendukung cagub tertentu. Bazar ini digelar organisasi sayap Perindo, Kartini Perindo. Sejak 20 Maret lalu, tiap hari mereka menggelar bazar di 4 titik. Di antaranya di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (12/4) lalu. Sebanyak 7,5 ton beras murah yang dibagi dalam 1.500 karung seberat masing-masing 5 kg ludes diserbu massa. Bazar murah juga digelar di Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, Selasa (11/4); Kelurangan Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (13/4); Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Pusat, Jumat (14/4).

Ternyata, tidak semua sembako turun ke rakyat. Banyak juga yang tertahan dan belum sempat disalurkan. Panwaslu Jakbar, menyita ratusan paket sembako di daerah Palmerah. Penyitaan tersebut dilakukan karena diduga akan disebarkan saat masa tenang kampanye.

Selain itu, Polsek Kalideres, Jakarta Barat, mengamankan 6 mobil berisi sembako di sebuah gudang dan diduga dimaksudkan dengan tujuan sama. Namun, dalam dua penyitaan itu, belum bisa dipastikan berkaitan dengan pasangan calon mana.

Nah, apakah hujan-hujan sembako itu diakui oleh kubu dua cagub? Nyatanya tidak. Kedua kubu senada membantah. Ahok, mengaku tidak tahu-menahu ada pihaknya yang bagi-bagi sembako. Ahok mengatakan, dalam karier politiknya, tidak suka bagi-bagi sembako.

"Saya nggak tahu (ada bagi-bagi sembako). Saya dari dulu, kalau Anda liat karier politik saya, paling nggak suka bagi sembako. Saya paling nggak suka baksos kesehatan," kata Ahok di Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Daripada membagikan sembako, Ahok mengaku lebih suka memberikan 'kartu sakti' miliknya, yaitu Kartu Jakarta Pintar (KJP). Tak hanya itu, dia juga lebih memilih daging untuk operasi pasar di Pasar Jaya dan Food Station Cipinang.

Ahok juga meyakinkan bahwa timsesnya tidak pernah bagi-bagi sembako. Dia juga tidak pernah menginstruksikan pembagian sembako. "Tim pemenangan juga nggak pernah (bagi sembako). Saya sudah bilang, saya paling sebal bagi sembako. Makanya timses kita nggak boleh bagi sembako" ulangnya.

Tim sukses Anies-Sandi justru menantang pihak yang melaporkannya terkait dugaan pembagian sembako pada masa tenang dan kampanye Pilgub DKI. Tim Anies-Sandi meminta menyebutkan operasi tangkap tangan (OTT) kepada pihaknya terkait pembagian sembako.

"Sebutkan oleh teman-teman, satu saja OTT yang berkaitan dengan Anies-Sandi. Satu saja, buktikan ke kita. Kita tantang, di mana pun untuk OTT Anies-Sandi terhadap sembako," ujar Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi, di posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Yupen memastikan tidak ada dari pihaknya yang menyebar sembako saat kampanye Pilgub DKI dan ketika masa tenang. "Semua pelaku penyebaran sembako tidak ada yang dari Anies-Sandi," tegasnya. *** 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA