Dugaan sementara, aksi penyiraman itu terkait beberapa kasus besar yang sedang ditangani Novel Baswedan, seperti e-KTP yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 2,3 triliun dan melibatkan banyak aktor-aktor politik.
Koalisi Save KPK yang terdiri dari berbagai penggiat antikorupsi seperti ICW dan Madrasah Anti Korupsi (MAK) menyerukan aksi dukungan terhadap lembaga antirasuah tersebut.
Mereka mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mengusut tuntas dan menemukan pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Apalagi sebelumnya Novel sempat beberapa kali memperoleh serangan.
"Kami meminta KPK juga membentuk tim khusus yang bertugas mengawal penyidik-penyidik KPK untuk mengawal perkara-perkata besar sehingga yang terjadi dengan Novel Baswedan tidak terjadi dengan penyidik lain," kata peneliti ICW Tibiko Zabar.
Mereka menggelar aksi berkostum superhero "impor" seperti Batman, Deadpool, Power Rangers sebagai simbol siap mengawal kinerja KPK dan dukungan penuh kepada KPK.
"KPK jangan takut, jangan gentar, karena kita sebagai penjaga KPK, Guardian KPK berada di belakang kalian," tegasnya.
Lewat aksi ini, Koalisi Save KPK mengajak publik untuk mengetahui bahwa teror yang dialami oleh Novel Baswedan bukan teror individu melainkan upaya untuk melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi.
"Ada orang-orang yang terusik ketika KPK bekerja. Para penjaga dan masyarakat siap untuk menjaga KPK dalam bekerja memberantas korupsi," tukasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: