"Harus diakui, Pilkada saat ini tidak konek dengan proses demokrasi. Hanya perjuangan merebut kekuasaan," kata Siti di acara diskusi publik Bawaslu RI bertema "Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017" di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/4).
Selain itu, Siti juga menyoroti law enforcement yang tidak maksimal semasa pilkada tahun 2017. Partisipasi masyarakat dalam pemilukada kata Siti tidak akan berkualitas, jika penegakan hukum tidak ditegakkan. Imbasnya, lanjut Siti, muncul investor pilkada alias cukong dari berbagai sektor.
"Selama ada investor pilkada di tim sukses, di birokrasi, maka kualitas demokrasi akan mengalami pembusukan dari dalam," papar Siti.
Untuk itu, masyarakat khususnya kaum perempuan harus jadi simpul penggerak partisipasi. Mengingat, pemilu merupakan bagian dari proses demokrasi.
"Ini saatnya kita (masyarakat) jadi relawan sistem," pungkas peneliti senior asal Jawa Timur itu.
Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua Bawaslu RI Muhammad, Komisioner Bawaslu RI Nelson Simanjuntak, Sesdirjen Dukcapil Kemendagri I Gede Suratha, Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkyansyah dan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat Masykurudin Hafidz.
[san]
BERITA TERKAIT: