Begitu kata Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph R. Donovan di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta, Kamis (30/3).
Untuk itu, Surya mengajak kepada Donovan untuk sama-sama menjadi contoh bagi negara lain mengenai arti toleransi beragama dan demokrasi. Kata Paloh, AS adalah contoh negara demokrasi Barat, sedangkan Indonesia adalah contoh negara demokrasi dari Timur.
"Sebagai sama-sama negara berdemokrasi, AS dan Indonesia harus bisa menjadi role model untuk negara lain dalam toleransi dan demokrasi," ujarnya.
Pada kesempatan itu Paloh menyatakan, Partai Nasdem berkomitmen untuk tetap memelihara Islam yang moderat dan modern di Indonesia. Menurutnya, sangat berbahaya jika Islam di Indonesia berubah menjadi radikal karena tidak dijaga dengan baik.
"Nasdem juga mengedepankan Islam yang moderat sehingga kita bisa diskusi apapun, pikiran yang terbuka, karena kami partai yang modern seperti bagaimana AS harus menjaga hubungan baik dengan Islam," ujar Paloh.
"Indonesia juga harus memelihara Islam yang moderat, dan berbahaya bila berubah menjadi Islam yang radikal," imbuhnya.
Ditemui usai berbincang dengan Surya Paloh, Dubes Donovan mengaku senang bisa melakukan pertemuan dengan Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasdem.
"Ini hanya courtesy call, saya memperkenalkan diri sebagai Duta Besar yang baru AS untuk Indonesia," ungkapnya.
Dubes Donovan mengatakan, pertemuan ini menjadi salah satu dari rangkaian ramah tamahnya ke berbagai lapisan masyarakat, pejabat pemerintah di Indonesia dan pemimpin partai.
"Saya tekankan, kami sangat menghormati kemitraan strategis kami dengan Indonesia dan berharap sejumlah kerja sama terus berlanjut. Saya harap, kerjasama juga bisa terus berjalan antara Partai Nasdem dan Kedutaan Besar AS," lanjut pria yang pernah menjadi perwakilan AS di Tiongkok ini.
[ian]
BERITA TERKAIT: