Tak hanya itu, Haedar menekankan bahwa kepentingan masyarakat luas harus dikedepankan dan mengunggulkan pemimpin yang memberi teladan.
"Muhammadiyah ini gerakan moral. Jadi, kalau disuruh tanya pendapatnya pasti minta pilih pemimpin yang bisa beri teladan baik. Niscaya, umatnya, warganya, budayanya, bisa terbangun dengan utuh, baik di Jakarta maupun nasional," kata Haedar saat ditemui usai penandatanganan MoU dengan Nadhlatul Wathan di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/3).
Haedar berpesan agar dua pasangan kandidat yang lolos ke putaran dua bisa mengedepankan jiwa kepemimpinan dan kenegarawanan, dan lebih mengutamakan kepentingan bersama.
"Kedepankan kepentingan bersama, bukan kelompok atau golongannya," demikian Haedar.
[ald]
BERITA TERKAIT: