Usai menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Nezar Patria, Alfian mengaku telah keliru dengan menuding Nezar Patria sebagai PKI dalam ceramah.
Alfian tersadar setelah menelusuri jejak Nezar Patria semasa menjadi aktivis di zaman pra reformasi. Ternyata, berdasarkan hasil penelusuran itu, Nezar merupak aktivis Partai Rakyat Demokrati (PRD), bukan PKI.
"Setelah saya coba menelusuri, saya keliru dengan nama yang saya sebutkan yakni Nezar Patria. Nezar ini saya kenal sebagai aktivis PRD. Tapi statement sebagai PKI, saya nyatakan keliru dan saya cabut sebutan itu pada beliau," kata Alfian di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu, (8/3).
Ia juga mengakui salah menelusuri dan memahami bahwa Nezar Patria tidak beraktivitas dan memiliki hubungan dengan Istana Negara seperti yang pernah disampaikannya.
"Beliau (Nezar) bukan bagian dari yang saya ceramahkan (PKI). Nezar bukan orang Istana, baik kedinasan maupun hubungan-hubungan lain," tandas Alfian.
[ian]
BERITA TERKAIT: