Presiden KSPI, Said Iqbal, meragukan kesiapan Inalum mengelola tambang emas tersebut. Kesiapan yang dimaksud salah satunya adalah di bidang keuangan.
"Modalnya dari mana, itu juga kami pertanyakan. Nanti seperti PT AMMAN (sebelumnya Newmont), diambil alih tapi dikelola swasta dengan modal dari China. Akhirnya yang terkana dampak siapa? Ya, buruh lagi. Ini harus diperhatikan," kata Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/3).
Said mengatakan, divestasi Freeport sangat mungkin diserahkan ke pihak swasta. Hal itu seperti diisyaratkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.
"Luhut bilang, bisa saja divestasi 51 persen diserahkan ke swasta. Jadi, bukan nasionalisme. Jangan seolah persoalan Freeport, persoalan nasionalisme yang melibatkan emosi bangsa. Kita setuju nasionalisme, tetapi kasus Newmont menjelaskan nasionalisme semu," ujar dia.
Pemerintah harus mampu melihat rencana divestasi secara lebih luas. Pasalnya, hal ini dapat berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang juga bukan masalah kecil.
"Persoalan Freeport, kita pertanyakan dulu apa dasar pemerintah melakukan divestasi. Pemerintah juga mengabaikan PHK. Faktanya, (karyawan) sudah dirumahkan. Pemerintah mau enggak bayar gajinya? Apa lebih sejahtera kalau divestasi dikuasai pemerintah? Faktanya, pegawai BUMN outsourcing semua kok," sindir Said Iqbal.
[ald]
BERITA TERKAIT: