Sambutan DPR terhadap Raja Salman tak kalah meriah dari penyambutan yang digelar di Istana Bogor sehari sebelumnya. edung DPRsudah disulap seperti akan menggelar hajatan besar. Dinding-dinding di lantai 1 dan 3 Gedung Nusantara 1 dipasangi foto-foto Raja Salman di berbagai kegiatan dalam ukuran-ukuran raksasa. Rangkaian bunga berjejer dalam pot atau keranjang. Macam-macam jenisnya. Ada anggrek, aster, dan sedap malam. Ada juga melati yang sudah dirangkai beruntai-untai. Persis seperti di acara resepsi kawinan.
Menurut kesekjenan, sedikitnya ada 20 ribu tangkai bunga yang disiapkan. Saking banyaknya, wangi bunga tercium sampai ke luar.
Bunga-bunga ini kemudian jadi rebutan para tamu undangan, usai acara kelar.
Pagi-pagi, Novanto yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi mengecek persiapan terakhir di DPR. Setelah menyisir ruang sidang dan sejumlah lokasi, senyum Novanto mengembang. Tampak puas dengan seluruh persiapan.
Raja Salman tiba di lokasi pukul 1 siang lewat sepuluh menit. Begitu keluar dari dari Mercy mewahnya, Raja Salman langsung disambut Novanto. Setelan yang dikenakan keduanya tampak kontras. Novanto mengenakan setelan jas dan celana bahan hitam, berdasi merah dengan peci hitam. Adapun Raja Salman masih mengenakan setelan gamis putih berenda emas dan sorban kotak-kotak merah yang memanjang sampai dadanya.
Sebelum masuk ruang sidang, Raja Salman dibawa dulu ke gedung kura-kura untuk menandatangani piagam kehadiran dan berfoto bersama. Dari sana, Raja Salman naik menggunakan lift. Di depan pintu ruang parpurna, keduanya berhenti dulu melambaikan tangan kepada awak media.
Novanto terlihat mengarahkan Raja Salman agar membalas sapaan para awak media. Novanto turut melambaikan tangan pada awak media sebelum menemani Raja Salman masuk ke ruang sidang.
Raja Salman masuk ke dalam ruangan dan sempat bersalaman dengan Ibas, putra presiden ke-6 Indonesia, SBY. Di dalam, ruang paripurna terisi penuh, termasuk kursi undangan. Terlihat misalnya Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD M Saleh. Di kursi undangan eks presiden dan wapres, juga tampak SBY dan Try Sutrisno yang duduk bersebelahan. BJ Habibie tak hadir lantaran kondisi kesehatannya. Megawati Soekarno Putri yang juga diundang tak hadir. Belakangan diketahui, Mega datang bersama putrinya Puan Maharani berkunjung ke Istana bertemu Raja Salman. Para ketua partai juga terlihat antara lain Prabowo Subianto, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, dan Sohibul Iman.
Setelah video kunjungan Raja Faisal 47 tahun silam, dimulailah pidato Novanto yang kemudian jadi trending topic di jagat Twitter. Novanto membacakan sambutannya sambil duduk. Tangan kanannya memegang secarik kertas. Lamanya sekitar 12 menit. Pidato Novanto ini jadi perhatian ratusan anggota DPR yang hadir karena Novanto seperti tak mampu menutupi kegugupannya.
Beberapa kali Novanto keselip lidah dan bikin hadirin tertawa. Salah ucap itu misalnya saat menyebut nama SBY. Alih-alih menyebut "Yudhoyono", Novanto malah menyebut Yudhono. Kesalahan lain adalah saat menyebut jabatan Try Sutrisno sebagai Wakil Ketua DPR. Hadirin tertawa. Novanto buru-buru meralat, tapi tetap keliru. "Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Novanto. Hadirin tertawa.
Wajah Try Sutrisno dan SBY yang kemudian disorot oleh TV Parlemen, terlihat kecut. Mungkin gegara itu, Novanto buru-buru mencairkan suasana. "Mohon maaf saudara-saudara. Ini memang kalau sebelah raja grogi-grogi dikit," kata Novanto, yang kembali disambut tawa.
Kekeliruan lagi saat Novanto salah menyebut tahun bersejarah Raja Faisal 47 tahun lalu. Dalam pidatonya, Novanto menyebut kedatangan Raja Salman adalah 40 tahun silam. "40 tahun, 7 tahun, 47 tahun ini," katanya. Sementara itu, Raja Salman yang duduk di sebelah Novanto anteng saja. Dia tampak serius menyimak pidato Novanto.
Lepas dari itu, pidato Novanto mendapat sambutan hangat. Bukan hanya karena usahanya saat berbicara dalam bahasa Arab agar tak salah ucap. Tercatat Novanto tiga kali bicara dalam bahasa Arab. Tiap Novanto menyelesaikan berbicara dalam bahasa Arab, tepuk tangan menggema.
Dan yang bikin diacungi jempol lagi adalah saat Novanto berbicara soal kuota haji dan TKI.
Di awal, Novanto menyampaikan terima kasih atas kemurahan hati Raja Salman yang menambah kuota jamaah haji Indonesia pada 2017 dengan total 221 ribu jamaah. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, sangat berarti bagi rakyat Indonesia. "Antrean untuk berhaji ada yang menunggu sampai 25 tahun bahkan ada yang wafat selama penantian," kata Novanto.
Karena itu Novanto berharap, kalau bisa, kuota yang sudah ada ditambah lagi. "Maka kami berharap Sri Baginda berkenan menambah kuota haji untuk Indonesia," pintanya.
Ia juga menyambut baik visi 2030 Arab Saudi yang berkomitmen mengembangkan investasi di Asia khususnya Indonesia.
Tak lupa, Novanto juga menyinggung isu TKI di Arab Saudi. Dia berharap Raja Salman memberikan ampunan bagi para TKI yang bersalah.
Di akhir sambutannya, Novanto mengutip ucapan Raja Faisal dalam kunjungan ke Indonesia 47 tahun lalu. "Saya ingin mengulang kembali kalimat bertuah Raja Faisal di hadapan sidang istimewa gotong royong DPR, yaitu barang siapa yang ingin mengingkari hubungan istimewa antara Indonesia dengan Arab Saudi sama dengan mengingkari matahari di siang bolong," pungkasnya.
Tiba gilirannya memberikan pidato, Raja Salman tidak banyak berbasa-basi. Pidatonya singkat saja. Mungkin hanya 3 menit saja.
Berbicara dalam bahasa Arab, Raja Salman menyebut, kehadirannya ke Indonesia merupakan balasan atas kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada tahun 2015. Dia berharap, kehadirannya bisa meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara.
Raja Salman menyebut, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dunia Islam saat ini. Di antaranya terorisme, benturan peradaban, serta intervensi urusan dalam negeri. "Hal ini mengharuskan kita menyatukan barisan menghadapi tantangan ini, serta melakukan koordinasi yang bisa memberikan maanfaat bagi kepentingan kita bersama," imbuh Raja Salman sebelum menutup pidatonya.
Lima belas menit sebelum pukul 1 siang, Raja Salman keluar gedung untuk melanjutkan agenda lain yaitu Sholat Tahyatul Masjid dan bertemu perwakilan Ormas Islam di Istana Negara. Saat sholat menghormati masjid itu Raja Salman memberikan cindera mata kepada Presdien Jokowi berupa potongan kain penutup Ka’bah atau kiswah berlafalkan ayat Al-Quran dengan tulisan emas. ***
BERITA TERKAIT: