Adhie mengaku cukup lama mengenal pribadi Dahlan Iskan. Menurutnya, mantan Menteri BUMN itu merupakan sosok wartawan yang bermetamorfosis menjadi industriawan pers.
Dahlan, lanjut Adhie, juga berhasil membuktikan bahwa regulasi kebebasan pers yang diproduksi oleh Presiden Habibie dan Gus Dur merupakan kebijakan yang benar.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini bahkan menyamakan sosok Dahlan dengan Gus Dur. Hal ini karena keduanya sama-sama memberikan kesempatan yang luas bagi anak muda untuk berkreasi.
"Salam kangen buat Dahlan Iskan. Ia ini hampir mirip Gus Dur, suka memberikan kesempatan anak-anak muda berkreasi. Kalau Gus Dur di politik, Dahlan Iskan di pers," kata Adhie.
Adhie mengaku hingga kini ia masih terkesan dengan tulisan jurnalistik Dahlan selama ia berobat ke China. Menurutnya, Dahlan telah melakukan reportase yang menakjubkan dan menyadarkan kita semua bahwa negara berpenduduk banyak dan besar seperti China bisa menjadi negara maju.
Namun, di sisi lain, ia berpendapat Dahlan kemudian diterpa masalah karena berani menerima tawaran sebagai menteri di era Presiden SBY. Menteri merupakan jabatan politik yang mengedepankan aspek politik ketimbang kinerja.
Meskipun memiliki kinerja buruk, namun jika kuat dari aspek politik, maka akan bisa terselamatkan.
"Secara politik Dahlan gagal, walaupun berhasil dari segi kinerja. Kalau jadi wartawan, tirulah karir Dahlan. Jadilah wartawan yang selalu menyuarakan kebenaran," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: