PILKADA DKI 2017

Manuver Prabowo Dongkrak Elektabilitas Anies-Sandi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 11 Februari 2017, 16:02 WIB
Manuver Prabowo Dongkrak Elektabilitas Anies-Sandi
Net
rmol news logo Jelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 2017, persaingan antar pasangan calon semakin mendekati klimaks. Ditambah penampilan dalam debat publik kedua pada 27 Januari lalu.

Hal itu tercermin dari hasil penelitian terbaru yang dilakukan Indonesia Survey Center (ISC) pada 1-4 Februari.

Direktur ISC Saif Saefudin menjelaskan, hasil survei yang dilakukan selama periode tersebut memperlihatkan jika pemungutan suara digelar hari ini menunjukkan pasangan Asnies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) memimpin dengan perolehan 42, 13 persen. Disusul pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot) dengan 29,42 persen, dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) 22,57 persen. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 5,88 persen.
 
Menurutnya, terdapat sedikit peningkatan dibandingkan dengan temuan survei sebelumnya yang dilaksanakan 24-26 Januari 2017. Yaitu dukungan terhadap pasangan Anies-Sandi mengalami peningkatan dari sekitar 41,74 persen menjadi 42,13 persen, sementara pasangan Ahok-Djarot sedikit mengalami penurunan dari 30,04 persen menjadi 29,42 persen. Begitu juga dengan Agus-Sylvi mengalami penurunan dari 24,95 persen jadi 22,57 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan mengalami peningkatan dari 3,27 persen menjadi 5,88 persen.

"Terlihat bahwa elektabilitas pasangan Anies-Sandi mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen. Sedangkan pasangan Ahok-Djarot dan Agus -Sylvi masing-masing terjadi penurunan sebesar 0,62 persen, dan 2,38 persen," jelas Saif dalam keterangannya, Sabtu (11/2).

Dia mengatakan, hasil survei itu juga menyimpulkan tiga hal penting. Pertama, dukungan kepada Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi mengalami penurunan karena sebagian pendukung mereka tidak terlalu mantap dengan pilihannya.

"Sehingga kemungkinan beralih ke pasangan Anies-Sandi yang dianggap lebih menguasai debat publik kedua. Atau pasca debat publik terakhir untuk menentukan pilihan mereka," tambah Saif.

Menurut Saif, angka swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihannya lebih tinggi pada Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi, ketimbang pasangan Anies-Sandi.

Kedua, kenaikan elektabilitas Anies-Sandi kemungkinan juga terjadi karena manuver Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang semakin gencar dan aktif keliling Jakarta. Untuk membantu kampanye Anies-Sandi yang mencapai titik puncak di Lapangan Banteng dan dibanjiri massa pada pekan lalu. Ketiga, elektabilitas Anies-Sandi juga cenderung mengalami sedikit peningkatan karena dianggap lebih menguasai sesi debat publik kedua.

"Hasil survei ini juga sekaligus membuktikan bahwa pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 ternyata tetap solid mendukung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017," tegas Saif.

Untuk diketahui, survei ISC dilakukan terhadap 691 responden dengan teknik multistage random sampling. Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 persen dari total sampel. Survei mendapati tingkat kesalahan 4 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA