Ribuan Mahasiswa Gelar Jambore Jaga Kebhinnekaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 02 Februari 2017, 16:21 WIB
Ribuan Mahasiswa Gelar Jambore Jaga Kebhinnekaan
RMOL
rmol news logo Sebanyak tiga ribu mahasiswa dari 500 kampus seluruh Indonesia akan menggelar Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Cibubur, Jakarta pada 4-6 Februari mendatang.

Jambore tersebut dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai kebhinekaan di Indonesia dan peneguhan komitmen untuk menjaga dan menjalankan ideologi Pancasila. ‎Sebab saat ini ada ancaman yang cukup serius terhadap NKRI, ideologi Pancasila dan kebhinnekaan. ‎

‎"Situasi bangsa ini jadi terpecah karena isu SARA. Padahal pendiri bangsa ini kan terdiri dari berbagai suku, agama, dan asal usul lainnya," kata K‎etua Panitia Jambore Nasional dari Universitas Muhammadiyah Tangerang Septian dalam jumpa pers bersama di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta (Kamis, 2/2).
‎
Dia menjelaskan, pelaksanaan pilkada serentak membuat pasangan calon dan tim sukses berupaya menggaet suara pemilih dengan berbagai cara. Malangnya, mereka juga memainkan isu suku, agama, ras, antar golongan (Sara) yang membuat masyarakat terkotak-kotak karena latar belakang tersebut.

Para peserta Jambore akan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas kepada siapapun yang mempermainkan isu Sara. Dan p‎ada saat bersamaan mahasiswa harus memainkan peran menjadi bingkai kebhinnekaan di NKRI.

"Kita harus bisa menerima dan menghargai apapun yang ada," kata Wakil Ketua Panitia Pelaksana Jambore Egi Hendrawan dari Universitas Pakuan, Bogor.

Sejak Oktober 2016 lalu, lanjutnya, mahasiswa sudah berinisiatif membentuk posko relawan penjaga NKRI di Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Hingga saat ini, setidaknya posko tersebut sudah terbentuk di 100 kampus di seluruh Indonesia.

"Kita melihat ada pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila, menolak kebhinnekaan di NKRI. Di situ kita harus memainkan peran. Mahasiswa harus menjadi menjadi pelindung bagi korban Sara," jelasnya.

Menurut Septian, kegiatan Jambore bukan kegiatan politik, tetapi berangkat dari keprihatinan atas situasi yang ada saat ini. Sangat disayangkan kalau energi dan potensi anak bangsa habis untuk memikirkan masalah Sara yang harusnya sudah dituntaskan oleh pendiri bangsa.

Dalam Jambore nanti, peserta akan melakukan kajian ilmiah tentang Pancasila, NKRI serta kebhinnekaan yang hasilnya bisa disampaikan kepada publik dan pemerintah.

Isworo dari Universitas Islam Negeri Jakarta yang berperan sebagai penghubung peserta Jambore menambahkan bahwa sekitar 500 kampus yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari 20 provinsi. Masing-masing kampus akan mengirim lima orang wakil. Inisator kegiatan sendiri berasal dari elemen mahasiswa yang berada di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. [wah] ‎

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA