RI-Norwegia Terus Tingkatkan Kerjasama Pelestarian Hutan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 13 Januari 2017, 06:43 WIB
RI-Norwegia Terus Tingkatkan Kerjasama Pelestarian Hutan
Foto/KBRI Oslo
rmol news logo . Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno bersama dengan Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia, Vidar Helgesen, di Oslo, Norwegia, Kamis (12/1). Dalam pertemuan tersebut dibahas kerjasama RI-Norwegia, khususnya dalam rangka meningkatkan manfaat ekonomi dari upaya pelestarian hutan di Sumbar.

Sebanyak lebih dari 80 program dalam kerangka kerja sama REDD+ RI-Norwegia telah dilaksanakan di Sumbar sejak tahun 2013 hingga sekarang. Program-program dimaksud merupakan pengejawantahan dari fase persiapan REDD+ dan dinilai berhasil membawa peningkatan tata kelola, regulasi, awareness dan kapasitas daerah dalam mengelola hutan.

Sumbar menjadi model propinsi dengan pengelolaan dan pelestarian hutan yang maju. Pemerintah daerahnya juga konsisten melaksanakan program nasional moratorium hutan untuk menghentikan pemberian izin baru dan mengedepankan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut.

Duta Besar Yuwono menyampaikan upaya-upaya Pemprov Sumbar tersebut memperoleh apresiasi yang tinggi dari Menteri Helgesen.

Lebih lanjut, Pemerintah Norwegia juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden RI Joko Widodo yang mengeluarkan moratorium mengenai konversi lahan gambut pada 5 Desember 2016 yang lalu. Apresiasi ini telah disampaikan melalui siaran pers di situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia pada hari yang sama.

Menteri Helgesen juga menghargai langkah-langkah Pemprov Sumbar dalam berbagi lesson learned mengenai partisipasi masyarakat adat dan conflict resolution dalam pengelolaan hutan kepada propinsi-propinsi lain di Indonesia.

Di tahun 2017, Pemprov Sumbar akan mengembangkan berbagai program yang memberikan dampak ekonomi langsung dari upaya pelestarian hutan kepada masyarakat setempat. Pengelolaan dan akses pasar bagi produk-produk non-timber dan pertanian menjadi salah satu potensi untuk ditingkatkan.

"Dari total 2 juta hutan di Sumatera Barat, sekitar 500.000 merupakan hutan yang dikelola dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Jadi, sangat relevan untuk memusatkan perhatian terhadap upaya ini, sehingga taraf hidup masyarakat setempat dapat ditingkatkan," ungkap Duta Besar Yuwono dalam rilis KBRI Oslo, Jumat (13/1).

Pemerintah Norwegia sangat mendukung upaya-upaya itu, melihat perkembangan yang baik di Indonesia dan selalu siap untuk meningkatkan kerjasama. Menteri Helgesen menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomunikasi secara dekat dengan Menteri LHK RI Siti Nurbaya.

Hubungan bilateral RI-Norwegia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat peningkatan kunjungan baik di tingkat kepala pemerintahan, para menteri dan pejabat serta di sektor swasta. Cakupan area kerja sama kedua negara juga semakin luas.

Kedua negara sama-sama memiliki perhatian dan komitmen yang besar dalam memelihara lingkungan hidup dan perubahan iklim. Untuk itulah pada tahun 2010, kedua negara menyepakati kerjasama mengenai "Cooperation on reducing greenhouse gas emissions from deforestation and forest degradation (REDD+)". Kerjasama REED+ pada saat ini telah memasuki fase implementasi. Kedua Pemerintah terus berupaya meningkatkan berbagai program agar manfaat dari upaya pelestarian hutan dapat dirasakan bersama. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA