Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Perkuat Peranan Perempuan, Perempuan Bangsa Gelar Mukernas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 23 Desember 2016, 02:52 WIB
Perkuat Peranan Perempuan, Perempuan Bangsa Gelar Mukernas
Siti Masrifah/Net
rmol news logo Perempuan Bangsa, organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21 hingga 23 Desember 2016.

Beberapa tokoh akan mengisi rangkaian kegiatan Mukernas tersebut. Para tokoh yang akan mengisi kegiatan tersebut antara lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Pendidikan Tinggi dan Ristek RI, Menteri Tenaga Kerja RI, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Ketua  Umum DPP Perempuan Bangsa, Siti Masrifah mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan untuk mengkonsolidasi organisasi terutama dalam penataan struktur kepengurusan, manajemen kelembagaan serta merespon ragam kebijakan menuju Pemilukada dan Pemilu serentak.

"Terbangunnya silaturrahmi dan komunikasi antara  Anggota DPR dan DPRD Perempuan dengan Kepala Daerah Perempuan di lingkungan PKB di semua tingkatan dan terakhir adalah terselenggaranya rangkaian kegiatan yang mendukung pengutan program aksi Perempuan Bangsa," ujarn Siti Masrifah kepada redaksi, Jumat (23/12).

Kegiatan yang bertema Ijtihad Politik Perempuan untuk Bangsa ini akan fokus kepada pengentasan kemiskinan pada perempuan. Menurut Siti Masrifah, penduduk miskin di Indonesia mencapai per-maret 2014 mencapai 28,28 juta orang (11,25 persen). Jumlah Penduduk Miskin Perempuan: 52,7 persen Jumlah Kepala Rumah Tangga Perempuan: 7 juta mewakili  14 persen dari total jumlah rumah tangga di Indonesia.  

Ketimpangan ini yang harus mendapat intervensi kebijakan yang berprespektif gender melalui peningkatan keterwakilan perempuan,” ujar Masrifah.

Masrifah manambahkan, dalam Mukernas ini akan dibahas enam isu strategis yaitu seperti penguatan kapasitas lembaga , penguatan kapasitas kader perempuan, penguatan kebijakan negara yang melindungi perempuan, anak dan masyarakat.

"Juga agar para kader mendapat sumber pengetahuan tentang politik perempuan, belajar advokasi hukum bagi berbagai persoalan seperti pernikahan anak dan lainnya. Dan diharapkan Perempuan Bangsa membantu mendulang suara bagi PKB dan memperkuat perempuan di legislatif, eksekutif dan yudikatif," paparnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA