Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Asrul Sani. Menurut Arsul, perhatian publik akan tersedot pada sidang perdana kasus Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa besok (13/12).
Asrul tidak setuju jika sidang Ahok disiarkan
live atau secara langsung.
"Kasus ini akan melibatkan banyak saksi, terutama saksi ahli. Seharusnya mereka tidak saling tahu," kata Arsul sebagaimana dilansir
JPNN.
Menurut dia, belajar dari kasus yang disiarkan live, keterangan ahli antara pihak terdakwa dan jaksa justru saling menjatuhkan. Situasi tersebut semestinya dihindari dalam sidang Ahok. Apalagi, deliknya terkait dengan kasus penistaan agama.
"Menurut saya, silakan diliput, tapi tidak di-
live-kan," ujarnya.
Arsul juga berharap kepolisian bisa mengantisipasi di tingkat lapangan. Sebab, akan banyak orang yang ingin hadir menyaksikan proses sidang secara langsung. Karena itu, pengamanan sidang seharusnya dapat diantisipasi sejak dini. ’
"Saya yakin intelkam kepolisian sudah bekerja menyiapkan format pengamanan yang memadai," demikian Asrul.
[ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: