Panglima Aksi GNPF-MUI: Tuduhan Ahok Tidak Berdasar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 18 November 2016, 14:53 WIB
Panglima Aksi GNPF-MUI: Tuduhan Ahok Tidak Berdasar
Foto: RMOL
rmol news logo Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) membantah peserta Aksi Damai 4 November (411) dibayar seharga Rp 500 ribu per kepala sebagaimana tudingan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Panglima Aksi GNPF-MUI, Munarman menyebut pernyataan Ahok tidak berdasarkan. Kata jurubicara Front Pembela Islam (FPI) tersebut, jika per kepala diberi uang sebesar Rp 500 ribu, maka jumlah itu sudah setara dengan biaya untuk kampanye pilpres.

"Kalau dituduh sama Ahok dituduh dapat Rp 500 ribu, saya kira sudah biaya untuk kampanye pilpres itu. Jadi ngapain untuk biayai demo? Jadi sumber yang dinyatakan oleh Ahok itu tidak tepat," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Ar Rahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Tudingan Ahok yang menyebut peserta Aksi 411 dibayar termuat di laman berita mobile.abc.net.au dengan judul berita 'Jakarta's Governor Ahok Suspect in Blasphemy Case, Indonesian Police Say'.

Dalam laman tersebut juga terdapat rekaman video pernyataan langsung dari Ahok yang secara garis besar mengatakan 'It's not easy, you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, said they got the money 500.000 rupiahs'. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA