Jangan Sampai PNS Terjebak Dukung-Mendukung Di Pilkada

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 31 Oktober 2016, 02:56 WIB
Jangan Sampai PNS Terjebak Dukung-Mendukung Di Pilkada
Zudan Arif Fakrulloh/Net
rmol news logo Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, Zudan Arif Fakrulloh meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) waspada dalam kontestasi Pilkada Serentak 2017.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang juga Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gorontalo ini mengatakan jangan sampai ada ASN terjebak dalam dukung-mendukung pasangan calon (paslon) di Pilkada.

Zudan mencontohkan, bagaimana seorang PNS yang sudah berkarier bagus lalu diminta mendukung salah satu paslon dengan iming-iming akan naik jabatan.

"Inilah ujian netralitas sesungguhnya," kata dia seperti dilansir dari laman kemendagri.go.id.

Kalau paslon yang dia dukung menang, PNS tersebut bisa naik jabatan. Tapi ini sangat spekulatif, dan sebaiknya dihindari ASN.

"Sebab kalau jagoannya kalah bisa mandeg karirnya selama lima tahun. Ini namanya dia masuk jebakan Batmen," kata Zudan.

Ditambahkan, Korpri telah berikrar menjadi organisasi profesi ASN yang kuat, profesional, dan netral sekaligus sejahtera.

Dan sebagai ASN yang profesional, Zudan mengajak anggota Korpri jangan sampai terganggu dalam proses kontestasi Pilkada. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA